Foto : Aspin Anwar

Kapal Wisata Terapung Tenggelam di Sungai Mahakam, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

TENGGARONG – Kapal wisata yang difungsikan sebagai kafe terapung tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di pelabuhan depan Museum Mulawarman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (10/3/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian tenggelamnya kapal itu juga sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat kapal berukuran besar dan bertingkat yang biasa digunakan untuk wisata perlahan-lahan tenggelam di perairan Sungai Mahakam.

Kapal kafe terapung tersebut diketahui milik Aspin Anwar. Ia membenarkan peristiwa tersebut dan mengaku pertama kali menerima informasi dari pihak kepolisian sekitar pukul 09.15 WITA.

“Saya mendapat informasi sekitar pukul 09.15 WITA dari pihak Polsek,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Aspin, hingga saat ini penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun berdasarkan informasi sementara dari penjaga kapal di sekitar lokasi, diduga air masuk ke dalam kapal karena sistem penyedot air tidak berfungsi.

“Informasinya pipa penyedot air tidak bekerja karena listrik mati,” jelasnya.

Ia menuturkan kapal tersebut sudah cukup lama berada di lokasi. Sejak sekitar tahun 2022, kapal itu digunakan sebagai kapal pribadi yang juga difungsikan sebagai kafe terapung.

Saat kejadian, berbagai peralatan dan aset kafe masih berada di dalam kapal, di antaranya mesin genset, kulkas, kursi, serta perlengkapan usaha lainnya.

“Masih banyak barang kami di dalam kapal, seperti genset, kulkas, kursi, dan perlengkapan kafe lainnya. Kayu-kayunya juga menggunakan kayu jati,” ungkapnya.

Aspin memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Sepanjang hari, ia juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut dan berencana mendatangi Polres untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, kapal yang tenggelam belum dapat segera dievakuasi karena memerlukan peralatan khusus serta tim penyelam.

“Belum dievakuasi karena masih mencari alat. Prosesnya cukup sulit, kemungkinan harus menggunakan tim penyelam khusus,” pungkasnya.

Foto : Aspin Anwar

Sumber: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?