Illustrasi

Ketidakpastian Ekonomi Naik, Masyarakat Diminta Perkuat Likuiditas

Bebaca.id Jakarta – Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini turut memicu inflasi serta melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17 ribu per dolar AS.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat melalui tekanan terhadap daya beli. Di sisi lain, potensi gangguan terhadap pendapatan juga menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi, Andi Nugroho, menilai bahwa tidak ada satu strategi yang bisa diterapkan secara universal. Menurutnya, kondisi penghasilan dan kebutuhan masing-masing individu harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas keuangan.

“Kalau penghasilannya terbatas dan kebutuhannya banyak, maka yang harus diprioritaskan adalah memegang uang tunai dulu. Karena kalau terjadi kondisi yang memaksa, masih punya uang cash untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi tersebut, kemampuan menjaga likuiditas menjadi hal utama. Bahkan, menabung dana darurat saja sudah menjadi langkah yang cukup baik bagi sebagian masyarakat.

Sementara itu, bagi kelompok dengan kondisi keuangan yang lebih stabil, strategi pengelolaan dana bisa dilakukan secara lebih fleksibel. Investasi tetap dapat dijalankan bersamaan dengan menjaga dana darurat.

“Untuk yang penghasilannya sudah lebih dari cukup, ya saat ini waktu yang tepat untuk tetap rutin menyisihkan untuk investasi, karena ada banyak investasi yang harganya lagi turun,” kata Andi.

Namun, ia mengingatkan bahwa investasi harus menggunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan dasar. Prinsip penggunaan “uang dingin” dinilai penting untuk menghindari risiko finansial.

“Namanya berinvestasi itu menggunakan uang dingin. Artinya tanpa uang itu kita masih tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai menggunakan uang yang kalau hilang membuat kita tidak bisa hidup,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan strategi keuangan sesuai kondisi masing-masing tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?