Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi

Koperasi Merah Putih Kembang Janggut Dorong Optimalisasi Plasma, Apresiasi Peran Pemda dan REA Kaltim

TENGGARONG – Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara bersama sejumlah instansi terkait dalam pelaksanaan program plasma bagi masyarakat desa. Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah awal penguatan sektor ekonomi anggota koperasi.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dinas Koperasi, Dinas Perkebunan, pemerintah desa, serta pihak kecamatan yang turut mengawal program tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada perusahaan REA Kaltim atas komitmen dalam memenuhi kewajiban plasma.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Kami juga berterima kasih kepada REA Kaltim yang telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab plasmanya,” kata Yadi, Rabu (11/2/2026).

Sebagai bagian dari realisasi dukungan, perusahaan menyerahkan tiga unit usaha yang saat ini dikelola melalui skema sewa. Dalam mekanismenya, biaya operasional seperti perawatan dan bahan bakar minyak (BBM) ditanggung oleh perusahaan, sementara koperasi memperoleh pendapatan dari hasil penyewaan unit tersebut.

Menurut Yadi, setiap unit disewakan senilai Rp7 juta per bulan. Dengan tiga unit yang beroperasi, potensi pendapatan koperasi diperkirakan menembus lebih dari Rp200 juta dalam setahun.

Meski demikian, ia menilai angka tersebut belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh calon penerima manfaat (CPM) di Desa Kembang Janggut yang mencapai sekitar 870 orang.

“Jika dibagikan kepada sekitar 870 calon penerima manfaat, tentu nominal tersebut belum cukup untuk pembagian rutin setiap bulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan yang telah terbangun, skema dukungan terdiri dari 60 persen kontribusi sektor kebun dan sekitar 40 persen dari unit usaha. Tiga unit yang disewakan itu disebut sebagai bagian dari pemenuhan sekitar 20 persen kewajiban plasma.

Ke depan, koperasi berharap dukungan tidak hanya terbatas pada unit usaha, tetapi juga diperkuat melalui pengembangan sektor kebun yang dinilai memiliki prospek jangka panjang dan dampak ekonomi lebih luas bagi anggota.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju program produktif yang lebih besar. Dukungan sektor kebun sangat kami harapkan agar manfaatnya bisa lebih maksimal bagi seluruh anggota,” tutup Yadi.

Penulis: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?