Bebaca.id, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan tetap siap mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur meski muncul wacana penundaan pelaksanaan hingga 2027.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Dery Warhana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran sejak awal, baik untuk keikutsertaan kontingen maupun pengadaan peralatan atlet.
“Dari Kutai Kartanegara kami tetap konsisten karena anggaran sudah disiapkan, baik untuk keikutsertaan maupun pengadaan peralatan atlet,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Porprov Kaltim VIII sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser. Namun, sejumlah daerah di Kalimantan Timur mengusulkan penundaan karena keterbatasan anggaran untuk membiayai kontingen dan kebutuhan pendukung lainnya.
Wacana tersebut mencuat dalam rapat koordinasi Dispora se-Kalimantan Timur bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim di Samarinda. Dalam forum itu, hampir seluruh kabupaten dan kota menyatakan belum siap dari sisi pendanaan.
Dery menjelaskan, dari sisi persiapan teknis, Kukar telah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu keputusan resmi panitia pelaksana serta kesepakatan bersama seluruh daerah di Kaltim.
“Persiapan Kutai Kartanegara sudah sekitar 70 persen. Kami tinggal menunggu keputusan dari panitia Porprov dan masukan dari daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan, KONI Kukar bersama Dispora terus mematangkan persiapan, termasuk memetakan kebutuhan peralatan atlet. Bahkan, pada hari yang sama pihaknya melakukan pemaparan kebutuhan perlengkapan yang akan dibeli.
Terkait kemungkinan perubahan jadwal, Dery mengakui hal itu akan berdampak pada agenda olahraga daerah lainnya.
“Awalnya direncanakan bulan November. Jika bergeser ke Juli atau bahkan tahun berikutnya, tentu akan memengaruhi agenda olahraga lain,” ujarnya.
Meski demikian, Kukar tetap optimistis dan siap mengikuti Porprov kapan pun diselenggarakan. Jika pelaksanaan mundur ke tahun depan, anggaran yang telah disiapkan secara teknis masih dapat dimanfaatkan, meski perlu pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kami akan berdiskusi dengan TAPD. Jika anggaran keikutsertaan tidak terpakai karena jadwal bergeser, mungkin bisa dialihkan untuk memperkuat kebutuhan peralatan atlet,” jelasnya.
Menurut Dery, kebutuhan peralatan yang dipetakan saat ini masih dalam kategori standar sesuai kemampuan anggaran. Apabila tersedia tambahan dana, kualitas perlengkapan dapat ditingkatkan agar atlet dapat bertanding secara maksimal.
Secara umum, Kukar menargetkan masuk tiga besar pada Porprov Kaltim VIII mendatang.
Untuk mendukung target tersebut, Dispora Kukar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pengadaan peralatan atlet, jumlah yang hampir sama dengan anggaran keikutsertaan kontingen pada ajang olahraga tingkat provinsi itu.



