Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Aliansi Kukar Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kutai Kartanegara, Senin, (1/9/2025). Puluhan massa aksi yang bergabung terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat.
Aksi ini sebagai reaksi dari seruan gerakan nasional dan juga dilandasi dengan tuntutan yang sesuai terhadap kondisi yang ada di Kutai Kartanegara (Kukar) berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan Aliansi Kukar Menggugat.
Jendral Lapangan, Wawan Ahmad mengungkapkan Aliansi hari ini menyampaikan aspirasi dan keresahan rakyat dengan 12 tuntutan yang di bawakan :
- Menolak RUU KUHAP
- Hapus Tunjangan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI
- Mengesahkan RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, dan RUU Masyarakat Adat
- Tingkatkan Kesejahteraan Tenaga Pendidikan (Guru, Dosen)
- Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah 3 T (Tertinggal, Terpencil dan Terluar)
- Cabut Undang-Undang yang tidak berpihak kepada Rakyat
- Hentikan Tindakan Represif terhadap Gerakan Rakyat di ruang public
- Ciptakan kebijakan yang Berpihak Kepada Rakyat (Pro Rakyat)
- Hentikan Oligarki Politik (Kejahatan Politik) dan Demokrasi Palsu
- Tegakkan Supremasi Hukum
- Hentikan kejahatan Ekologis, Konflik Agraria dan Kejahatan dunia Pertambangan
- Reformasi Polri.
Wawan mengatakan dari 12 tuntutan tersebut telah di kaji dengan baik dan dinilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat sehingga harus di sampaikan kepada DPRD agar dapat di evaluasi kembali.
“Karena kami merasa di beberapa point itu tidak ada keberpihakan kepada masyarakat sehingga kami membawa tuntutan ini untuk dapat di sampaikan kepada DPRD Kukar,” ucap Wawan.
Wawan menambahkan , hal ini juga berasal dari kebijakan yang terjadi di pusat sehingga tentunya akan dibersamai di setiap daerah daerah sehingga hal ini dilakukan sebagai kelanjutan dari pusat.
Harapan Aliansi yaitu tuntutan yang mereka bawakan dapat direalisasikan dan itu menjadi harapan dari masyarakat pun juga dari mahasiswa.
“Semoga tuntutan yang kami bawakan dari masyarakat dan mahasiswa dapat di realisasikan sehingga tidak sia-sia aksi yang kami lakukan hari ini,” tambahnya.
Ia juga menegaskan apabila tidak di realisasikan, akan ada kembali aksi demonstrasi yang akan dilakukan dengan gelombang massa aksi yang lebih besar.
“Jika tidak di realisasikan, kami akan turun dengan massa aksi yang lebih banyak, akan ada gelombang-gelombang aksi selanjutnya,” pungkasnya.



