Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum, Regy Elfadianur

HMI Komisariat Hukum Soroti Jembatan Tua di Sungai Payang, Desak Pemkab Kukar Segera Bertindak

Bebaca.id, TENGGARONG – Kondisi jembatan utama di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi sorotan masyarakat. Jembatan berbahan kayu yang telah berusia sekitar 54 tahun itu dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum, Regy Elfadianur, mengatakan Desa Sungai Payang merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Kutai Kartanegara. Menurutnya, sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Ketua DPRD Kukar dan Wakil Ketua DPRD Kukar, berasal dari dapil tersebut.

Meski demikian, kata Regy, masyarakat masih merasakan minimnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses penghubung yang menjadi kebutuhan utama warga.

“Desa Sungai Payang dikenal sebagai salah satu wilayah yang turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hingga saat ini masih ada infrastruktur penting yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang paling dikeluhkan masyarakat adalah kondisi jembatan penghubung utama yang hingga kini masih menggunakan konstruksi kayu. Selain usianya yang telah mencapai lebih dari lima dekade, sejumlah bagian jembatan juga mengalami kerusakan.

“Setiap kali dilintasi, jembatan bergoyang. Beberapa papan juga sudah patah. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna karena jika terjatuh, langsung ke sungai,” katanya.

Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat di beberapa wilayah sekitar. Selain digunakan sebagai jalur mobilitas warga, jembatan juga menunjang aktivitas pendidikan, perekonomian, dan distribusi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menurut Regy, perbaikan terhadap jembatan pernah dilakukan. Namun, upaya tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa bantuan langsung dari pemerintah.

“Warga bergotong royong memperbaiki bagian yang rusak demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun perbaikan swadaya tentu tidak bisa menjadi solusi jangka panjang,” ujarnya.

Kondisi material kayu yang mulai lapuk dan rapuh membuat masyarakat merasa khawatir setiap kali melintas. Risiko kecelakaan dinilai semakin besar, terutama saat jembatan dilalui kendaraan atau ketika cuaca tidak mendukung.

Sebagai satu-satunya akses utama yang menghubungkan masyarakat Sungai Payang dengan wilayah lainnya, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi atau pembangunan jembatan secara permanen.

Masyarakat juga berharap Bupati Kutai Kartanegara dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur tersebut agar tercipta akses yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

“Harapan warga sederhana, yakni adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang lebih aman dan representatif. Infrastruktur ini sangat penting karena menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setiap hari,” tutup Regy.

Foto : Regy

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?