TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara merespons kondisi pelajar di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung katrol sederhana untuk menuju sekolah.
Bupati Aulia Rahman Basri memastikan persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan segera ditindaklanjuti melalui langkah teknis di lapangan.
Menurutnya, koordinasi telah dilakukan bersama camat setempat guna memetakan kebutuhan infrastruktur yang mendesak, termasuk opsi pembangunan jembatan maupun penyediaan sarana transportasi yang lebih aman bagi para siswa.
“Terkait kondisi anak-anak sekolah di Santan Ulu, Marangkayu, kami sudah berkoordinasi dengan camat setempat. Memang ada kebutuhan pembangunan sarana transportasi atau jembatan di sana,” ujar Aulia, Senin (2/3/2026).
Selama ini, kereta gantung berbasis katrol yang dibangun secara swadaya oleh warga menjadi satu-satunya akses penyeberangan bagi siswa yang bersekolah di SD 021 dan SD 024. Alat tersebut dioperasikan secara manual dan digunakan secara bergantian setiap hari.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan anak-anak, mengingat mereka harus melintasi sungai demi mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Aulia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan mitigasi serta kajian lapangan guna menentukan solusi yang tepat dan sesuai kebutuhan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan mitigasi dan memastikan langkah yang paling tepat. Mengingat kondisi anggaran saat ini, tentu setiap program harus tepat sasaran. Namun persoalan ini sudah masuk dalam monitoring kami dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan akses pendidikan, khususnya di wilayah pesisir dan pedalaman Kutai Kartanegara, menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan aspek keselamatan peserta didik.



