Hasil Pertemuan dengan MBS, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Raksasa Senilai Rp 437 Triliun

Bebaca.id – Presiden RI Prabowo Subianto pulang dari lawatan kenegaraannya ke Arab Saudi dengan membawa komitmen investasi jumbo senilai US\$ 27 miliar atau sekitar Rp 437 triliun. Kesepakatan itu merupakan hasil pembicaraan strategis antara Prabowo dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), di Istana Al-Salam, Jeddah, pada awal Juli 2025.

Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama lintas sektor, termasuk pengembangan energi terbarukan, industri petrokimia, serta layanan bahan bakar untuk penerbangan. Penandatanganan berbagai nota kesepahaman ini dilakukan oleh sektor swasta dari kedua negara.

“Kedua pemimpin menyambut baik hasil pertemuan dan nota kesepahaman yang ditandatangani, dengan total nilai mencapai US\$ 27 miliar,” bunyi pernyataan bersama yang dirilis Kamis (3/7/2025).

Selain itu, Prabowo dan MBS menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kemitraan strategis di sektor-sektor prioritas seperti energi, jasa keuangan, hilirisasi tambang, logistik, pertanian, pariwisata, dan teknologi hijau. Kolaborasi ini diarahkan selaras dengan visi pembangunan jangka panjang kedua negara: *Saudi Vision 2030* dan *Indonesia Emas 2045*.

Keduanya juga bersepakat menciptakan iklim investasi yang lebih bersahabat, termasuk dengan menyederhanakan prosedur, memberikan insentif yang kompetitif, dan menyelaraskan kebijakan ekonomi antarnegara.

Tak hanya itu, pertemuan ini turut membawa perkembangan positif dalam negosiasi Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

Prabowo dan MBS berharap perjanjian dagang tersebut dapat segera dirampungkan setelah dua putaran negosiasi sebelumnya dilakukan pada September 2024 dan Februari 2025. Perjanjian ini diharapkan memperluas akses pasar Indonesia ke kawasan Teluk dan mempercepat pertumbuhan ekspor.

Badan Kebijakan Perdagangan menyebut FTA tersebut berpotensi meningkatkan ekspor produk unggulan Indonesia secara signifikan: elektronik naik 33,86%, kulit 29,3%, logam 28%, dan produk manufaktur lainnya hingga 27,7%.

Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan Indonesia–Arab Saudi mencapai US\$ 31,5 miliar, menjadikan Arab Saudi mitra dagang utama RI di kawasan Timur Tengah. Komoditas ekspor utama Indonesia ke GCC antara lain mobil, CPO, perhiasan, kapal, dan produk kertas. Sementara impor didominasi baja, aluminium, polimer, belerang, dan alkohol industri.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7994867/prabowo-bawa-oleh-oleh-rp-437-t-usai-bertemu-pangeran-mbs

Penulis: Yusuf S A

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?