Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena

Gubernur NTT Naik Pitam Usai Siswa SD Tewas di Ngada, Pemda Terancam Digugat

Bebaca.id, – Kematian seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga dipicu kesulitan ekonomi keluarga, memicu reaksi keras Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menegaskan akan menuntut pemerintah daerah jika tragedi serupa kembali terulang, seraya menyebut peristiwa tersebut sebagai alarm kegagalan sistem perlindungan sosial dan respons pemerintah terhadap warga paling rentan.

Diberitakan detik.com, Kamis (5/2), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan tidak akan mentolerir terulangnya kasus bunuh diri anak yang berkaitan dengan kemiskinan. Ia menilai negara dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab langsung memastikan kebutuhan dasar warga, terutama anak-anak, tidak terabaikan hingga berujung tragedi.

Masih dari sumber yang sama, Melki menyoroti ironi banyaknya bantuan sosial dari pemerintah pusat yang mengalir ke NTT, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), namun belum sepenuhnya menjangkau warga miskin ekstrem. Ia menyebut dana bantuan sosial yang nilainya mencapai triliunan rupiah seharusnya mampu mencegah kasus warga meninggal akibat persoalan ekonomi yang sangat mendasar.

Diberitakan detik.com, Melki menilai peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan pranata sosial dan sistem pemerintahan dalam melindungi kelompok paling rentan. Ia menyebut kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu ketidakmampuan keluarga membeli kebutuhan sekolah, sebuah kondisi yang menurutnya masih dialami banyak warga di daerah lain.

Dalam pernyataannya, Melki mengaku menerima banyak telepon dari menteri di tingkat pusat setelah kasus tersebut mencuat. Ia menyebut hal ini sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan tidak menunggu persoalan menjadi perhatian nasional terlebih dahulu.

Menurut laporan yang sama, Melki juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat. Ia mengatakan telah mencoba menghubungi pimpinan daerah di Ngada namun tidak segera mendapat tanggapan, sehingga ia memerintahkan timnya untuk turun langsung melakukan pengecekan lapangan. Ia juga menyesalkan tidak adanya kehadiran resmi pemerintah daerah dalam prosesi pemakaman korban dan meminta Pemda Ngada mengambil tanggung jawab administratif maupun moral.

Sebagai konteks, seorang siswa SD berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh pada Kamis (29/1) lalu. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang dimuat detik.com, di tempat kejadian perkara ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibu korban. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban sempat meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya penguatan sistem deteksi dini kemiskinan ekstrem dan respons cepat pemerintah daerah, khususnya dalam menjamin akses pendidikan dasar. Tanpa intervensi yang tepat dan merata, kasus serupa berpotensi terus berulang dan menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260205142654-20-1324938/gubernur-ntt-ancam-pemda-usai-anak-sd-bunuh-diri-ada-uang-triliunan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?