Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar rapat internal dalam waktu dekat sebagai tindak lanjut atas dugaan ketidaksiapan layanan darurat di Puskesmas Batuah yang mencuat setelah seorang balita berusia enam bulan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kukar, Waode Nuraida, mengatakan rapat tersebut direncanakan berlangsung pada Jumat mendatang. Agenda itu akan melibatkan seluruh kepala puskesmas dan tenaga kesehatan di lingkungan Dinkes Kukar, dan kemungkinan dilaksanakan secara daring.
“Dalam waktu dekat, mungkin hari Jumat, kami akan mengumpulkan teman-teman seluruh puskesmas, termasuk tenaga kesehatannya, mungkin melalui Zoom,” ujar Waode, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, rapat internal ini merupakan langkah awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta penguatan mitigasi risiko dalam pelayanan, khususnya pada kasus kegawatdaruratan.
Ia menegaskan, seluruh jajaran puskesmas akan diingatkan kembali untuk lebih berhati-hati dan melakukan deteksi serta penanganan dini terhadap kondisi pasien yang berisiko.
“Untuk mengingatkan kembali agar lebih hati-hati, hal-hal yang berisiko harus dimitigasi dari awal,” katanya.
Selain evaluasi umum, Dinkes Kukar juga menyiapkan langkah khusus bagi Puskesmas Batuah. Salah satunya dengan menghadirkan dokter spesialis anak guna memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada tenaga kesehatan setempat.
Pelatihan tersebut direncanakan terlaksana setelah Hari Raya Idulfitri, menyesuaikan agenda kegiatan selama bulan Ramadan.
Waode menegaskan, evaluasi internal ini menjadi komitmen Dinkes Kukar untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar dan kejadian serupa tidak terulang.
“Kalaupun ke depan masih ada masalah, kami tetap akan berupaya maksimal. Karena memang layanan harus sesuai standar,” tegasnya.



