Bebaca.id, TENGGARONG – Kenaikan harga plastik mulai dirasakan para pedagang plastik , lonjakan harga tersebut terjadi setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 2026 berdasarkan pantauan di lapangan.
Kenaikan berlangsung secara bertahap dan hampir merata pada berbagai jenis serta ukuran plastik, sehingga berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di tingkat pengecer.
Salah seorang pedagang plastik, Sih, mengungkapkan bahwa perubahan harga mulai terasa usai Lebaran. Ia menyebutkan, kenaikan tidak terjadi sekaligus, melainkan berangsur dari hari ke hari.
“Kalau sebelumnya ada yang dijual Rp10 ribu, sekarang bisa mencapai Rp15 ribu. Hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Sih, kenaikan harga mencakup seluruh jenis produk, termasuk plastik sampah yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Harga plastik sampah yang sebelumnya berada di kisaran Rp20 ribu per pak kini meningkat menjadi sekitar Rp25 ribu.
Ia menjelaskan, pola kenaikan harga berlangsung secara bertahap dalam nominal kecil, namun berkelanjutan. “Naiknya tidak langsung besar, tapi sedikit-sedikit, misalnya hari ini naik Rp1.000, lalu besok naik lagi,” katanya.
Selain harga, pasokan dari agen juga mengalami pembatasan. Jika sebelumnya pedagang dapat membeli dalam jumlah besar, kini pembelian dibatasi hanya 2 hingga 3 dus per transaksi.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pola penjualan di tingkat pedagang. Pembelian oleh konsumen pun dibatasi, dari sebelumnya bisa dalam jumlah dus kini hanya diperbolehkan maksimal sekitar 10 pak.
Perubahan juga terjadi pada kemasan produk. Jika sebelumnya satu ikat plastik berisi lebih banyak, kini jumlah isi berkurang sementara harga tetap, yang secara tidak langsung membuat harga per unit menjadi lebih tinggi.



