Patung Pesut Mahakam

Patung Pesut Mahakam Jadi Ikon Baru Muara Muntai Ulu, Dibuat Tanpa Dana Desa

TENGGARONG – Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memiliki ikon baru berupa patung Pesut Mahakam. Uniknya, patung setinggi hampir dua meter tersebut dibangun tanpa menggunakan dana desa dan hanya menghabiskan biaya sekitar Rp350 ribu hingga Rp390 ribu.

Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad, mengatakan ide pembuatan patung muncul secara spontan dari seorang tukang bangunan yang tengah mengerjakan pelantaran masjid setempat.

“Awalnya dari tukang yang sedang memperbaiki pelantaran masjid. Saat istirahat, beliau menyampaikan keinginan membuat ikon Muara Muntai dan meminta persetujuan saya,” ujar Husain , Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, gagasan tersebut langsung disambut positif karena dinilai memiliki nilai edukatif sekaligus memperkuat identitas desa yang dikenal sebagai kawasan nelayan di tepian Sungai Mahakam.

Husain menjelaskan, Pesut Mahakam dipilih sebagai simbol karena satwa air tawar itu kerap terlihat melintas di perairan sekitar desa, meski kini populasinya semakin langka.

“Pesut sekarang sudah hampir punah. Patung ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Mahakam dan habitatnya,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan patung tidak membebani anggaran desa. Biaya yang dikeluarkan berasal dari dana pribadi untuk membeli mesin pompa air agar patung dapat menyemburkan air dari bagian mulut.

“Tidak ada dana desa yang digunakan. Hanya untuk membeli mesin pompa air sekitar Rp390 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, pengrajin patung, Joko Saptono, mengungkapkan karya tersebut dibuat dari bahan-bahan sisa pembangunan masjid. Bagian dalam patung menggunakan sterofoam bekas yang kemudian dilapisi semen, dengan tambahan pasir dan besi sisa material.

“Semuanya dari bahan bekas pelantaran masjid. Saya kerjakan saat istirahat atau ketika hujan turun,” ujarnya.

Joko yang telah hampir 10 tahun menetap di Muara Muntai Ulu mengaku pembuatan patung dilakukan dalam waktu singkat, sekitar dua hingga tiga hari efektif pengerjaan.

“Kalau dihitung, mungkin dua sampai tiga hari. Tidak ada kendala berarti selain cuaca,” katanya.

Kehadiran patung Pesut Mahakam tersebut mendapat respons positif dari warga. Selain memperindah lingkungan desa, ikon baru itu diharapkan menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Pesut Mahakam dan ekosistem Sungai Mahakam.

Foto : Ist (FB)

Sumber: Bebaca.id

Penulis: SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?