Uang Palsu

Pedagang di Tenggarong Diduga Terima Uang Palsu dari Pelanggan


TENGGARONG – Seorang pemilik warung makan di Tenggarong mengaku menjadi korban peredaran uang palsu setelah menerima pembayaran dari seorang pelanggan pada Kamis malam.

Pedagang bernama Ronny Manoppo tersebut mengelola Lalapan Mbak Erny dan Bubur Manado yang berlokasi di Jalan AM Sangaji, wilayah Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.

Kasus tersebut sempat dibagikan Ronny melalui akun pribadinya di Facebook dan memicu tanggapan dari sejumlah warganet yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

Menurut keterangan Ronny, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.45 Wita. Saat itu, seorang perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun datang membeli ayam lalapan tanpa nasi. Ia disebut mengenakan jilbab dan masker, dengan postur tubuh tinggi dan berisi.

Pelanggan tersebut melakukan pembayaran menggunakan uang pecahan Rp100 ribu kepada kasir yang saat itu dijaga istri Ronny. Uang tersebut diketahui menjadi satu-satunya pecahan Rp100 ribu yang tersimpan di laci kasir, sekaligus transaksi terakhir sebelum warung tutup.

Ronny menjelaskan, harga menu yang dibeli sebesar Rp20 ribu dan pihak warung mengembalikan Rp80 ribu sebagai uang kembalian. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, uang pecahan Rp100 ribu yang diterima diduga merupakan uang palsu.

Hingga kini, Ronny menyebut belum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pengingat bagi pelaku usaha kecil agar lebih teliti memeriksa keaslian uang tunai, khususnya pecahan besar.

Ia juga mengajak sesama pedagang untuk saling mengingatkan guna meminimalkan risiko kerugian akibat peredaran uang palsu.

Foto : Ronny

Penulis: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?