Foto : Ilustrasi (Ist)

Populasi Pesut Mahakam di Kukar Bertambah Enam Ekor, Upaya Konservasi Terus Diperkuat

TENGGARONG – Upaya penyelamatan Pesut Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir 2025, populasi mamalia air tawar yang berstatus terancam punah ini tercatat bertambah enam ekor.

Berdasarkan data terbaru dari tim konservasi, jumlah pesut yang sebelumnya sekitar 60 ekor pada 2024 kini meningkat menjadi 66 ekor. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih jauh dari kata aman mengingat tekanan terhadap habitatnya terus terjadi.

Salah satu pemerhati yang aktif dalam konservasi pesut adalah Daniela Kreb dari Yayasan Konservasi RASI. Ia menegaskan bahwa langkah preventif harus terus diperkuat untuk mencegah kepunahan satwa endemik Sungai Mahakam tersebut.

“Kami mendirikan yayasan untuk menyelamatkan hewan yang terancam punah ini,” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Daniela, berbagai aktivitas di perairan menjadi tantangan utama bagi kelangsungan hidup pesut, mulai dari lalu lintas kapal pengangkut batu bara hingga aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama pegiat lingkungan untuk melakukan observasi rutin terhadap habitat pesut.

Ia menjelaskan, tren peningkatan populasi dalam satu tahun terakhir menjadi indikasi bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat mulai membuahkan hasil.

“Dalam satu tahun terakhir hingga akhir 2025 bertambah enam ekor. Jadi totalnya tercatat sebanyak 66 ekor,” jelasnya.

Meski ada penambahan populasi, upaya perlindungan dinilai belum boleh mengendur. Para pemerhati berharap pertumbuhan ini menjadi momentum untuk memperluas kesadaran publik tentang pentingnya menjaga ekosistem Sungai Mahakam demi keberlanjutan pesut Mahakam sebagai satwa langka khas Kukar.

Foto : Ilustrasi (Ist)

Penulis: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?