TENGGARONG – Penurunan hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Kenohan berdampak langsung pada pendapatan para tengkulak. Salah satunya dirasakan Jamal, pengepul ikan di Desa Semayang, yang mengaku transaksi usahanya menyusut signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Jamal menyebutkan, sejak 2018 volume ikan yang diperoleh dari nelayan menurun hingga sekitar 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Penurunannya sangat terasa, bisa sampai setengah dari biasanya,” kata Jamal, Rabu (25/3/2026).
Menjalankan usaha sejak tahun 2000, Jamal selama ini membeli hasil tangkapan nelayan dari Desa Semayang dan wilayah sekitarnya. Ikan tersebut kemudian diolah menjadi ikan asin sebagai produk utama, meski sebagian juga dipasarkan dalam kondisi segar.
Mayoritas hasil produksinya dikirim ke luar daerah, khususnya Jakarta. Ia menyebut hanya sebagian kecil yang dijual di tingkat lokal.
“Hampir seluruhnya ke Jakarta, hanya sedikit yang dijual di sini,” ujarnya.
Sebelum penurunan terjadi, Jamal mampu mencatatkan penjualan rata-rata hingga 150 ton per tahun. Pada musim kemarau yang biasanya berlangsung antara Mei hingga Agustus, pasokan ikan melimpah dengan jumlah tangkapan mencapai sekitar 8 ton per hari.
Melimpahnya hasil tangkapan kala itu turut membuka banyak lapangan pekerjaan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.
Namun kondisi tersebut kini berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, volume ikan yang diperoleh jauh berkurang. Di luar musim panen, Jamal hanya bisa mengumpulkan sekitar 300 hingga 500 kilogram per hari. Sementara saat musim panen, jumlahnya berkisar 3 ton per hari.
Menurutnya, penurunan ini membuat usaha yang dijalankan semakin sulit dan pendapatan yang diperoleh tidak lagi sebesar sebelumnya.
“Saat ini hasilnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Jamal mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Namun, ia menyebut adanya dugaan penggunaan alat tangkap modern yang tidak ramah lingkungan serta kemungkinan penurunan kualitas air turut memengaruhi kondisi tersebut.
“Belum bisa dipastikan penyebabnya, tapi kondisinya sekarang memang jauh berbeda dibanding dulu,” tutupnya.



