Bebaca.id, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengakui adanya kebocoran anggaran signifikan di lingkungan kementeriannya. Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (4/7/2025), ia menyebut ketidakefisienan anggaran menjadi masalah nyata yang tengah ditangani secara serius.
Pengakuan Dody sekaligus memperkuat peringatan yang pernah dilontarkan mendiang ekonom Sumitro Djojohadikusumo, ayah Presiden Prabowo Subianto, mengenai potensi penyelewengan dalam proyek-proyek pemerintah.
“Hal ini menunjukkan bahwa prediksi Pak Sumitro dan Pak Prabowo terbukti benar. Kami sedang menghadapi ketidakefisienan serius dalam pengelolaan anggaran di Kementerian PU,” kata Dody di hadapan awak media.
Salah satu kasus yang tengah menjadi perhatian adalah dugaan korupsi di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bangka Belitung. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Tua Tunu Pangkalpinang sejak 25 Juni 2025. Dari kasus tersebut, kejaksaan berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 5,2 miliar dari total pagu proyek senilai Rp 30,4 miliar.
“Kalau dihitung, kerugian negara bisa mencapai lebih dari 40 persen dari total anggaran. Ini angka yang sangat besar,” ujar Dody menegaskan.
Tak hanya kasus di Bangka Belitung, Dody juga merespons cepat hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Tiga pejabat langsung dinonaktifkan, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I Sumut berinisial HEL.
Langkah-langkah penertiban internal ini, menurut Dody, merupakan bagian dari upaya Kementerian PU memperbaiki sistem dan mencegah praktik-praktik penyalahgunaan anggaran di masa depan.
Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2025/07/06/060000621/menteri-dody-hanggodo-akui-anggaran-kementerian-pu-bocor?source=headline
Penulis: Yusuf S A



