Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas

Unikarta Buka Peluang Kolaborasi dengan Unhas Kembangkan Prodi Baru di Kukar

TENGGARONG – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam pengembangan program studi baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Rektor Unikarta, Ince Raden, mengatakan status Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) memungkinkan kampus tersebut membuka kelas di berbagai daerah, menyesuaikan potensi mahasiswa serta kebutuhan pembangunan daerah.

“Dengan status PTNBH, Unhas memiliki keleluasaan membuka kelas di daerah mana pun selama ada potensi mahasiswa dan kebutuhan dari daerah tersebut,” ujarnya.

Ia berharap rencana pembukaan program studi baru di Kukar dapat dilakukan melalui pola kolaborasi antara Unhas dan Unikarta. Kerja sama tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi lokal tetap berperan aktif sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di daerah.

Menurutnya, terdapat sejumlah program studi potensial yang hingga kini belum tersedia di Unikarta.

“Kalau ada program studi baru yang dibuka di Kukar, kami berharap bisa dikembangkan bersama Unikarta. Jadi ada peran dari kedua pihak untuk mendukung kebutuhan pemerintah daerah sekaligus memperkuat kampus lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara mendorong pihak Unikarta melakukan kunjungan langsung ke Unhas untuk membahas langkah lanjutan dari rencana kerja sama tersebut.

Ia menilai pertemuan yang berlangsung saat ini masih bersifat penjajakan awal dan perlu ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret.

“Ini masih tahap awal. Dari diskusi tadi sudah ada beberapa peluang kerja sama yang bisa kita tindak lanjuti agar ke depan lebih jelas dan terarah,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga mengemuka rencana pembangunan Fakultas Kedokteran atau program pendidikan dokter spesialis di Kukar. Namun, Ince Raden mengakui Unikarta saat ini belum memiliki program studi kedokteran dan masih dalam tahap perencanaan awal.

Ia menegaskan pembukaan program studi kedokteran membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari pembangunan gedung, laboratorium, hingga pemenuhan tenaga dosen serta fasilitas pendukung lainnya.

“Program kedokteran itu membutuhkan kesiapan yang sangat matang. Sarana dan prasarana harus memadai, laboratorium lengkap, dan tenaga pengajar juga harus mencukupi,” tegasnya.

Rencana pengembangan tersebut, lanjutnya, telah mulai dibicarakan bersama Bupati Kukar serta sejumlah pihak swasta untuk menjajaki dukungan pendanaan dan pembangunan fasilitas.

Dalam masa kepemimpinannya selama empat tahun ke depan, ia menargetkan fokus utama adalah menyiapkan fondasi dasar, terutama terkait sarana dan prasarana yang diperlukan.

“Dalam empat tahun ke depan, kami akan memetakan apa saja yang bisa disiapkan. Paling tidak fasilitas dasar sudah tersedia, sehingga setelah itu programnya benar-benar siap untuk dijalankan,” pungkasnya.

Penulis: Penulis : SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?