Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Menyambut Ramadan dan Idulfitri, Polres Kutai Kartanegara mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu. Lonjakan transaksi tunai dan maraknya penukaran uang pecahan dinilai rawan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan masyarakat perlu lebih teliti saat menerima uang, baik dalam aktivitas jual beli maupun saat menukar uang untuk kebutuhan Lebaran.
“Periksa setiap uang yang diterima. Jangan sampai lengah, terutama di momen meningkatnya aktivitas ekonomi seperti sekarang,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, pengecekan keaslian uang dapat dilakukan dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Secara kasat mata, masyarakat diminta memperhatikan warna dan detail cetakan. Dari tekstur, uang asli memiliki bagian tertentu yang terasa lebih kasar. Sementara saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat benang pengaman dan tanda air sebagai ciri khas.
Roganda menegaskan, warga diminta menolak uang yang diragukan keasliannya serta tidak mengedarkannya kembali. Jika terlanjur menerima uang yang diduga palsu, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Selain itu, kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak menukar uang di jasa penukaran tidak resmi yang kerap bermunculan di tepi jalan menjelang Lebaran. Penukaran sebaiknya dilakukan melalui bank atau lembaga resmi guna memastikan keaslian uang.
Selama periode Ramadan hingga Idulfitri, Polres Kukar memastikan akan meningkatkan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kepolisian berharap partisipasi aktif warga dalam memeriksa keaslian uang dan melaporkan temuan mencurigakan dapat menekan peredaran uang palsu di wilayah Kutai Kartanegara.
“Jangan mudah tergiur kemudahan. Pastikan penukaran uang dilakukan di tempat resmi agar lebih aman,” tegasnya.
Foto : ilustrasi (ist)



