Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Perubahan pola aktivitas masyarakat, khususnya pada waktu dini hari, dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran akibat kelalaian.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pergeseran jam aktivitas warga saat sahur dan menjelang berbuka menjadi perhatian utama. Menurutnya, kondisi fisik yang lelah atau mengantuk dapat memicu human error.
“Terjadi perubahan ritme kehidupan masyarakat. Orang bangun dini hari untuk menyiapkan sahur di waktu yang biasanya digunakan untuk beristirahat. Pada jam-jam rawan tersebut, risiko kelalaian bisa meningkat karena kurang fokus,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan, selama Ramadhan seluruh personel damkar tetap disiagakan penuh tanpa pengurangan standar operasional. Tidak ada penurunan level kesiapsiagaan meski aktivitas masyarakat berubah.
“Kesiapsiagaan kami tetap dalam status siaga penuh. Tidak ada penurunan level. Seluruh personel harus siap setiap saat,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmatan Kukar telah memetakan titik-titik rawan berdasarkan pola aktivitas warga. Selain penguatan internal, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
Warga diimbau memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati dan regulator gas terpasang dengan baik setelah digunakan. Peralatan elektronik yang tidak dipakai sebaiknya dicabut dari sumber listrik, serta instalasi kabel diperiksa secara berkala. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca kering.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri memasak saat kondisi tubuh tidak fit atau mengantuk berat.
“Kesiapsiagaan petugas harus dibarengi kesadaran masyarakat. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat,” pungkasnya.



