Brand Menggeris, Desa Liang Ulu

Brand Lokal Menggeris dari Desa Loh Sumber Go Internasional

Bebaca.id, Tenggarong – Di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, lahir brand lokal bernama Menggeris yang kini sudah menembus pasar internasional. Produk etnik ini dikembangkan oleh pemuda desa dengan filosofi personal dan riset panjang sejak 2021 hingga 2024.

Pendiri Menggeris, Iendy Zelviean Adhari, menjelaskan bahwa brand ini memadukan inovasi modern dengan nilai tradisional. “Menggeris ini berangkat dari filosofi personal sekaligus riset. Kami ingin menghadirkan produk etnik yang punya nilai tambah tinggi, berdaya saing, tetapi tetap berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).

Salah satu keunggulan Menggeris adalah penggunaan mesin automatic skeleton Seiko yang dipadukan dengan kayu keras Kompassia excelsa. Riset dan eksperimen yang dilakukan membuatnya menjadi pionir pertama di dunia untuk produk serupa.

Selain jam tangan, Menggeris memproduksi kacamata kayu, strap Apple Watch, card holder, hingga softcase kayu. Semua produk dibuat handmade dengan menggunakan banir pohon tumbang sehingga ramah lingkungan. “Kami klaim ini pertama di dunia, dan siap memberi garansi lima kali lipat bila ada yang bisa menunjukkan produk serupa,” tegas Iendy.

Produk Menggeris dijual mulai Rp500 ribu hingga Rp6 juta, tergantung varian dan tingkat kerumitan. Meski premium, produknya diminati pembeli lokal maupun internasional, mulai dari Samarinda, Balikpapan, hingga Amerika, Asia, dan Eropa. “Kalau biasanya buah tangan itu mandau atau batik, sekarang ada pilihan lain yang tetap tradisional tapi modern. Produk ini bisa dipakai sehari-hari,” jelas Iendy.

Keberadaan Menggeris sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait hilirisasi produk bernilai tambah. Iendy menekankan bahwa karya dari desa pun bisa naik kelas dan menjadi bagian dari ekspor bangsa.

Meski sudah mendunia, tantangan tetap ada, terutama keterbatasan SDM dan peralatan produksi. Kini Menggeris resmi menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara. “Yang terpenting, bagaimana usaha ini bisa terus berjalan, orang tetap membeli, dan produk kita bisa dikenal luas. Dari desa lah kita berangkat, dan ke dunia lah kita melangkah,” tutup Iendy.

Adv/DPMDKukar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram