Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Para pedagang menyatakan komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan pengundian lapak Pasar Tangga Arung Square secara tertib dan transparan. Pengundian tersebut hanya diikuti pedagang yang tercatat resmi berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar).
Total terdapat 703 pedagang yang berhak mengikuti undian lapak. Mereka merupakan pedagang yang sebelumnya direlokasi dari Pasar Tangga Arung ke pasar sementara di Lapangan Pemuda dan telah melalui proses pendataan serta verifikasi.
Perwakilan Forum Pedagang Pasar Tangga Arung, Iscyah, mengatakan seluruh mekanisme pengundian telah disampaikan secara terbuka kepada pedagang.
“Semua sudah disampaikan secara resmi. Surat dari Disperindag sudah kami terima dan langsung dibagikan ke grup pedagang, jadi tidak ada yang tidak tahu,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, peserta undian merupakan pedagang nonbasah. Komoditas seperti ikan dan sayur tidak lagi masuk dalam daftar, sejalan dengan kebijakan penataan pasar yang diterapkan pemerintah daerah.
“Yang ikut undian itu pedagang pakaian, emas, aksesori, mainan, dan kuliner ringan. Pedagang basah sudah tidak ada lagi karena sebelumnya sudah ditertibkan,” jelasnya.
Pengundian lapak rencananya akan dilakukan secara digital melalui sistem yang dikembangkan Disperindag bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Forum pedagang pun telah menerima penjelasan awal terkait teknis pelaksanaannya.
“Semua dilakukan secara acak dan transparan. Data nama pedagang, nomor urut, dan jumlah petak sudah dicek bersama. Tidak ada nama di luar 703 yang muncul,” tegas Iscyah.
Untuk menjaga kondusivitas, forum pedagang turut berkoordinasi dengan Satpol PP. Akses ke lokasi pengundian akan dibatasi hanya untuk pedagang terdaftar dan perwakilan resmi.
“Biasanya yang memicu masalah itu pedagang yang tidak terdata. Padahal mekanismenya sudah jelas. Jadi nanti hanya pedagang resmi yang boleh masuk,” katanya.
Iscyah mengakui masih terdapat sekitar enam hingga sepuluh pedagang yang belum masuk daftar undian karena persoalan administrasi dan kewajiban retribusi yang belum dipenuhi.
“Jumlahnya sangat sedikit, karena syarat administrasi dan pajaknya belum lengkap,” ungkapnya.
Para pedagang berharap Pasar Tangga Arung Square dapat segera beroperasi secara optimal sehingga mampu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat. Mereka juga meminta pengelolaan pasar ke depan lebih tertib dan bebas dari praktik yang merugikan pedagang resmi.
“Harapan kami pasar ini bisa kembali hidup dan tertata. Jangan sampai kejadian lama terulang, seperti bangunan liar atau kepentingan tertentu yang justru merugikan pedagang,” pungkasnya.
Foto : Ist



