Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri

Berkolaborasi Dengan Pertamina,Pemkab Kukar Resmikan Rumah Bahagia Samboja Untuk Fokus Cegah Stunting Sejak Dini

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meresmikan Rumah Balita Sehat, Giat, dan Cerdas atau Rumah Bahagia Samboja di Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Minggu (21/12/2025).

Fasilitas ini dihadirkan sebagai upaya konkret pencegahan stunting dan peningkatan kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini , yang digagas dan berkolaborasi dengan Pertamina EP Sanga-Sanga Field.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa persoalan anak, khususnya terkait gizi dan pola asuh, merupakan isu yang lebih kompleks dibandingkan kemiskinan semata.

“Kalau kita bicara kebutuhan anak-anak, mengatasinya itu lebih berat daripada mengatasi kemiskinan. Karena variabelnya bukan hanya ekonomi, tapi juga pola asuh dan kebiasaan orang tua,” ujarnya saat peresmian.

Ia menyoroti fenomena orang tua masa kini yang kerap memberi gawai saat anak menangis dan makanan instan saat anak lapar. Kebiasaan tersebut, menurutnya, berdampak pada tidak tercapainya berat badan ideal anak, yang berimbas langsung pada perkembangan otak.

“Masalahnya bukan hanya tubuh tidak berkembang, tapi otak juga tidak berkembang. Ini masa emas anak. Kalau terlewat, dampaknya panjang,” tegas Aulia.

Bupati Aulia juga mengapresiasi keterlibatan Pertamina EP Sanga Sanga Field dalam mendukung Rumah Bahagia Samboja. Ia menyebut program tersebut sebagai amal jariah yang manfaatnya berkelanjutan.

“Kalau anak-anak ini tumbuh cerdas, kelak mereka bisa menghasilkan karya dan berguna bagi sesama,” katanya.

Sementara itu, Community Development Officer Pertamina EP Sanga Sanga Field, Sarah Dhea, menjelaskan bahwa Rumah Bahagia sejalan dengan visi misi Kukar Idaman Terbaik,khususnya dalam pencegahan stunting.

“Meski konsepnya daycare dan pengasuhan anak, fokus utama kami adalah penanganan stunting. Anak-anak dengan kategori berat badan tidak naik, turun, atau gizi kurang diasuh maksimal selama 56 hari,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari total 56 anak yang mengikuti program, sebanyak 40 anak telah mengalami kenaikan berat badan. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan program intervensi gizi yang dijalankan.

“Alhamdulillah, hasilnya terpantau baik dan mendapat apresiasi, termasuk dari Bapak Bupati yang berkenan hadir meresmikan Rumah Bahagia ini,” tambahnya.

Pun juga, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan sejak Oktober dengan beberapa fase, mulai 14 hari, 28 hari, hingga 56 hari. Meski masa PMT telah berakhir, fasilitas ini tetap akan diaktifkan.

“Ke depan, Rumah Bahagia akan difungsikan sebagai perpustakaan anak, pojok belajar, dan taman bermain. Ibu-ibu dari kantor kelurahan atau masyarakat sekitar juga dipersilakan menitipkan anaknya di sini,” pungkas Sarahdhea.

Dengan hadirnya Rumah Bahagia Samboja, diharapkan upaya penanganan stunting dapat berjalan berkelanjutan, khususnya di wilayah operasional Pertamina EP Sanga Sanga Field, sekaligus mencetak generasi sehat dan cerdas sejak dini.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram