Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Selama masa libur sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan Tenggarong tetap menjalankan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Distribusi dilakukan dengan skema rapel atau digabung per dua hari agar tetap efektif tanpa membebani sekolah dan tenaga pendidik.
Kepala SPPG Panjaitan Tenggarong, Idamayah, mengatakan jumlah penerima manfaat selama libur sekolah tetap sama seperti hari sekolah normal, yakni 3.403 siswa dari enam sekolah di wilayah Tenggarong.
“Kami tetap melayani 3.403 siswa dari enam sekolah, sama seperti sebelum libur,” ujarnya.
Enam sekolah tersebut meliputi SMP 1, SMP 2, SD 01, SD 03, SD 11, dan SD 18 Tenggarong. Seluruh distribusi ditangani langsung oleh dapur SPPG Panjaitan, dengan jarak pengantaran terjauh sekitar tiga kilometer.
Dalam pelaksanaannya, SPPG memilih skema distribusi rapel meski pemerintah pusat memberikan opsi penyaluran harian maupun digabung.
“Misalnya jatah Senin dan Selasa, kita bagikan sekaligus di hari Senin. Jadi distribusi dilakukan per dua hari,” jelas Idam.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi libur sekolah agar pihak sekolah dan guru juga dapat menikmati masa istirahat.
“Kalau setiap hari sebenarnya bisa, tapi kita pertimbangkan juga waktu istirahat sekolah dan guru. Jadi ini yang paling tepat,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah.
“Sekolah menyambut baik. Kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, tapi sekolah tetap punya jeda libur. Mereka cukup antusias,” ungkapnya.
Terkait jenis MBG yang disalurkan, SPPG Panjaitan menerapkan kombinasi antara makanan siap santap dan makanan kering selama libur sekolah.
“Di hari tertentu seperti Senin dan Kamis kita berikan makanan siap santap. Di hari lainnya kita kombinasikan dengan makanan kering. Minggu ini Kamis bertepatan dengan Natal, jadi menyesuaikan,” jelasnya.
Idam menegaskan, meski MBG secara kebijakan diberikan setiap hari, mekanisme distribusi rapel tetap diperbolehkan.
“Jatahnya tetap harian, hanya cara penyalurannya yang dirangkap. Itu tidak masalah,” katanya.
SPPG Panjaitan sendiri hanya bertugas mengantarkan MBG ke sekolah. Apabila ada paket yang tidak terambil siswa selama libur, penanganannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
“Kami tidak menerima kembali MBG yang sudah diantar. Itu menjadi kebijakan sekolah untuk membagikannya,” ujarnya.
Penyaluran MBG selama libur sekolah dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember dan akan dihentikan sementara setelahnya.
“Setelah tanggal 31 Desember kami break dulu. Informasi sementara, distribusi normal kembali mulai 8 Januari, sambil menunggu arahan dari pusat,” pungkasnya.
Foto : Ist, Ilustrasi Penyaluran MBG



