Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Kehadiran Taman Musik di Tenggarong disambut positif oleh para penggiat seni. Salah satunya disampaikan Iwan, penggiat seni musik daerah Kutai, yang menilai keberadaan taman tersebut menjadi wadah penting bagi aktivitas seni dan hiburan masyarakat.
Menurut Iwan, Taman Musik diharapkan menjadi pusat kegiatan seni, baik musik tradisional maupun modern. Dengan adanya ruang khusus ini, masyarakat, khususnya warga Tenggarong, memiliki alternatif hiburan sekaligus ruang berekspresi bagi komunitas seni.
“Ini memang sudah lama diharapkan. Artinya sekarang sudah ada wadah khusus untuk Taman Musik. Kalau ada acara-acara tertentu, pasti di sini. Mau tradisional atau modern, warga Tenggarong menyambutnya dengan baik,” ujar Iwan Jumat (02/01/2026).
Ia juga berharap ke depan jumlah taman serupa dapat ditambah agar para penggiat seni tidak hanya berdiam diri di rumah, melainkan aktif berkegiatan dan berkarya. Menurutnya, taman-taman tersebut dapat menjadi ruang berkumpul komunitas seni sekaligus sarana hiburan bagi masyarakat.
Iwan menjelaskan, komunitas musik yang ia ikuti telah aktif selama kurang lebih tiga tahun. Awalnya mereka tampil secara sederhana dengan format akustik menggunakan gitar, bas, dan cajon. Seiring waktu, komunitas tersebut mendapatkan dukungan alat musik dari para donatur.
“Basic kami memang lagu-lagu Kutai dan lagu daerah. Itu yang utama,” katanya.
Terkait jadwal pentas, Iwan menyebut hingga kini belum ada jadwal tetap untuk penampilan di Taman Musik. Namun, ke depan direncanakan akan ada penampilan bergilir dari kelompok dan penggiat musik di Tenggarong. Sementara itu, komunitasnya masih rutin tampil di kawasan Titik Nol setiap malam Kamis.
“Malam Kamis di Titik Nol itu harga mati, kecuali hujan,” ujarnya.
Iwan juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya Kutai. Ia menilai saat ini sudah banyak sekolah yang memasukkan seni tari dan lagu daerah dalam kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami yang sudah sepuh ini terus bergerak supaya yang lain termotivasi. Alhamdulillah, di sekolah-sekolah sudah banyak tari dan lagu daerah,” tuturnya.
Mengenai dukungan pemerintah, Iwan menyebut Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan fasilitas berupa tempat dan bantuan peralatan seni. Program seperti seniman masuk sekolah juga dinilainya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya.
“Pemerintah tidak tutup mata. Tempat sudah ada, peralatan juga dibantu. Harapannya ke depan event seni bisa lebih rutin, tidak hanya saat Erau, tapi bisa tiga atau enam bulan sekali,” katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah sudah tepat sasaran, sehingga kini tinggal bagaimana komunitas seni terus bergerak dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.



