Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin

Hydrant Kering Mulai Diuji , Solusi Kebakaran untuk Permukiman Padat

Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menerapkan skema baru dalam sistem penanggulangan kebakaran dengan menguji hydrant kering di kawasan permukiman padat dan kampung kumuh.

Inovasi ini dilakukan sebagai respons atas keterbatasan akses dan tingginya risiko kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam. Selama ini, sistem hydrant yang mengandalkan suplai air PDAM dinilai belum sepenuhnya efektif dan berpotensi menimbulkan persoalan teknis di lingkungan warga.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menjelaskan hydrant kering bekerja tanpa tekanan langsung dari jaringan PDAM. Air dipasok melalui mesin pompa saat kondisi darurat, sehingga dinilai lebih aman bagi infrastruktur pipa rumah tangga.

“Dengan sistem ini, kita tidak bergantung pada tekanan PDAM. Jadi risiko kerusakan pipa warga bisa ditekan,” kata Rendi saat peninjauan, Rabu (07/01/2025).

Ia menuturkan, karakteristik kampung kumuh di Kukar yang didominasi gang sempit kerap menyulitkan mobil pemadam menjangkau titik api. Kehadiran hydrant kering di sejumlah titik diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

“Kendaraan besar tidak bisa masuk ke dalam gang. Kalau sudah kejadian, waktu sangat menentukan. Maka titik hydrant ini penting,” ujarnya.

Pemkab Kukar mencatat, saat ini terdapat lebih dari 30 kawasan yang masuk kategori kampung kumuh dan tersebar di sejumlah desa dan kecamatan. Status kawasan tersebut terus diperbarui setiap tahun sesuai dengan kondisi lapangan.

Untuk mendukung program ini, pemerintah daerah telah menyiapkan empat unit mesin hydrant kering. Namun, pengembangan jaringan pendukungnya masih dilakukan secara bertahap karena membutuhkan anggaran cukup besar, terutama pada pembangunan pipanisasi.

“Pemasangannya tidak bisa sekaligus. Kita lakukan bertahap, fokus dulu di wilayah yang paling rawan,” pungkas Rendi.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram