JAKARTA – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan terganggunya rantai pasok dunia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki fungsi strategis bagi ketahanan nasional. Kebijakan tersebut bukan sekadar intervensi sosial, melainkan bagian dari upaya negara memperkuat fondasi pertahanan non-militer.
Praktisi hukum Hendarsam Marantoko menilai ancaman terhadap Indonesia kini tidak selalu berbentuk serangan fisik. Menurutnya, krisis pangan justru bisa menjadi tekanan paling berbahaya karena menyerang langsung stabilitas masyarakat.
“Di tengah perang Ukraina, konflik Timur Tengah, hingga gangguan logistik global, ancaman terhadap Indonesia tidak selalu datang dalam bentuk senjata. Krisis pangan justru bisa menjadi bentuk perang paling senyap namun paling mematikan,” kata Hendarsam, Minggu (18/1/2026).
Ia menekankan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi pangan sangat bergantung pada kelancaran antarwilayah. Ketika pasokan terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor. Karena itu, MBG perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta yang memperkuat ketahanan rakyat.
Pandangan tersebut, lanjut Hendarsam, sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam buku Paradoks Indonesia. Dalam buku itu disebutkan bahwa keruntuhan bangsa kerap berawal dari lemahnya kualitas manusia, bukan semata kekurangan alat utama sistem persenjataan.
“Kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh alutsista, tetapi kualitas manusia dan daya tahan sistem nasionalnya,” ucapnya.
Melalui MBG, negara menanam investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Anak-anak yang hari ini menerima asupan gizi memadai akan tumbuh menjadi generasi produktif, baik sebagai tenaga kerja, ilmuwan, aparat negara, maupun warga yang memiliki daya saing tinggi.
Lebih jauh, program tersebut dinilai mendorong terbentuknya kemandirian pangan berbasis daerah. Setiap wilayah didorong mengoptimalkan potensi lokalnya agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar ketika terjadi guncangan global.
Dengan rantai pasok yang kuat dan merata, Indonesia diyakini lebih tahan menghadapi tekanan eksternal. MBG pun bukan lagi dipahami sebagai program karitatif, tetapi sebagai strategi nasional untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa.
sumber : https://nasional.sindonews.com/read/1667427/15/mbg-jadi-benteng-pertahanan-non-militer-bangsa-1768748485



