Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Kesiapan cabang olahraga Sambo Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 dinilai belum maksimal. Keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat optimalisasi pembinaan dan program latihan atlet.
Pelatih Sambo Kukar, Armadani, menyebutkan bahwa dukungan dana untuk persiapan Porprov kali ini jauh lebih kecil dibandingkan kejuaraan sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak pada tidak terpenuhinya sejumlah kebutuhan penting dalam proses latihan.
Menurut Armadani, pada Porprov sebelumnya Sambo Kukar memperoleh dukungan perlengkapan secara menyeluruh, mulai dari matras hingga peralatan latihan. Namun pada persiapan Porprov 2026, bantuan hanya terbatas pada perlengkapan pertandingan.
“Sambo adalah olahraga bantingan yang sangat bergantung pada matras. Tapi saat ini, yang difasilitasi hanya baju pertandingan, sementara matras latihan tidak masuk dalam anggaran,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, pengajuan kebutuhan pendukung latihan telah disampaikan, namun tidak disetujui karena dianggap tidak digunakan secara langsung saat pertandingan. Akibatnya, tahapan latihan atlet tidak dapat dijalankan sesuai standar pembinaan jangka panjang.
Selain itu, Armadani juga menyoroti terbatasnya alokasi dana akibat pembagian anggaran KONI Kukar ke berbagai induk organisasi olahraga lainnya, termasuk KORMI dan organisasi olahraga disabilitas. Hal tersebut membuat porsi anggaran untuk masing-masing cabang olahraga semakin kecil.
Dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar sekitar Rp400 juta yang diajukan, Sambo Kukar hanya memperoleh persetujuan anggaran sekitar Rp88 juta. Dana tersebut akhirnya difokuskan untuk kebutuhan pertandingan, sementara sejumlah program persiapan terpaksa ditiadakan.
Dengan kondisi tersebut, pembinaan atlet dinilai belum dapat berjalan optimal. Padahal, idealnya persiapan Porprov dilakukan secara bertahap, dimulai dari latihan umum untuk pembentukan fisik hingga latihan intensif.
“Latihan dasar sangat menentukan kondisi fisik atlet. Saat ini kami tidak bisa menyediakan vitamin, suplemen, dan kebutuhan pendukung lainnya,” ungkap Armadani.
Pada Porprov Kaltim 2026, Sambo Kukar direncanakan menurunkan 24 atlet, menyusul penambahan empat kelas pertandingan. Jumlah tersebut belum termasuk ofisial yang terdiri dari dua ofisial, empat pelatih, dan satu manajer, sehingga total kontingen mencapai 31 orang.
Saat ini, latihan masih dilakukan di gedung milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Namun fasilitas matras yang tersedia dinilai belum sesuai standar Sambo, khususnya untuk latihan bantingan.
“Matras yang digunakan masih jenis puzzle, padahal Sambo membutuhkan matras khusus agar latihan bisa maksimal,” katanya.
Sebagai cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Kukar, Sambo juga belum memiliki aset peralatan latihan yang memadai. Meski demikian, prestasi atlet Sambo Kukar menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.
Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh, atlet Sambo Kukar berhasil menyumbangkan satu medali perak. Bahkan secara nasional, Sambo telah mencatat raihan medali emas, perak, dan perunggu.
“Kami pernah diminta menargetkan 15 medali emas dan itu siap dijalankan jika persiapan dan dukungan anggaran seimbang,” tegas Armadani.
Ia menambahkan, dalam program kerja yang disampaikan kepada cabang olahraga terdapat rencana pelaksanaan pemusatan latihan atau Training Camp (TC). Namun hingga saat ini, realisasi program tersebut belum memiliki kejelasan.
“TC sangat penting untuk kesiapan atlet, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” tutupnya.
Foto : Ist



