Wakil Kepala Polres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra

Polres Kukar Gelar Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas Berisiko Kecelakaan

Penulis : SultanAL

Bebaca.id, TENGGARONG – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Polres Kukar) mulai menggelar Operasi Keselamatan Mahakam 2026 yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan. Operasi ini diarahkan untuk menekan pelanggaran lalu lintas yang berisiko memicu kecelakaan di wilayah Kukar.

Kegiatan tersebut diawali dengan Apel Gelar Pasukan sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung sebelum operasi resmi dilaksanakan. Operasi Keselamatan Mahakam merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala Polres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, mengatakan operasi ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi mengusung tema terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman serta kondusif menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Tujuan utama operasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalan raya,” ujar Kompol Faris, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam di Kutai Kartanegara melibatkan berbagai fungsi kepolisian serta didukung oleh instansi terkait. Berdasarkan evaluasi dua tahun terakhir, jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah ini menunjukkan tren peningkatan.

Pada 2024, tercatat sebanyak lima kasus tilang, sementara pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 137 kasus. Pelanggaran yang ditindak melalui teguran juga mengalami kenaikan, dari 1.072 kasus pada 2024 menjadi 1.375 kasus pada 2025.

Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan. Pada 2024 tercatat satu kejadian kecelakaan, sedangkan sepanjang 2025 tidak ditemukan kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah korban luka berat juga menurun dari satu orang pada 2024 menjadi nihil pada 2025.

Kompol Faris menilai, peningkatan pelanggaran dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain rendahnya disiplin dan kesadaran berlalu lintas, meningkatnya intensitas penegakan hukum, tingginya volume kendaraan, serta mobilitas masyarakat yang semakin padat. Selain itu, sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas dinilai masih perlu ditingkatkan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Adapun sasaran prioritas operasi meliputi penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, melawan arus, melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, serta aksi balap liar.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram