Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Timur, Sutjipto

Jumlah Veteran Kaltim Kian Menyusut, LVRI Soroti Minimnya Regenerasi Nilai Perjuangan

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Jumlah veteran pejuang kemerdekaan di Kalimantan Timur terus menyusut drastis seiring bertambahnya usia dan wafatnya para pelaku sejarah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan tergerusnya nilai-nilai perjuangan di tengah generasi muda.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Timur, Sutjipto, mengungkapkan saat ini jumlah veteran yang masih tercatat di Kaltim hanya sekitar 127 orang. Mayoritas merupakan veteran Dwikora, Seroja, dan veteran perdamaian yang pernah bertugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Veteran perjuangan kemerdekaan hampir sudah tidak ada. Di Balikpapan tinggal dua orang, sementara di Samarinda dan Tenggarong sudah tidak ada sama sekali,” ujar Sutjipto.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah dan generasi muda, agar semangat juang ’45 tidak berhenti sebatas peringatan seremonial tahunan. Menurutnya, berkurangnya pelaku sejarah membuat pewarisan nilai perjuangan semakin bergantung pada kesadaran generasi penerus.

Sutjipto menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga api perjuangan para pahlawan. Namun, tantangan zaman dan perubahan nilai sosial dikhawatirkan dapat mengikis semangat kebangsaan jika tidak diimbangi dengan pendidikan sejarah dan keteladanan.

“Semangat juang ’45 harus terus dirawat. Kalau tidak, nilai kebangsaan bisa luntur oleh perubahan zaman,” tegasnya.

Dalam konteks peringatan Hari Perjuangan Merah Putih ke-79 di Sangasanga, Sutjipto mengapresiasi partisipasi masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa makna perjuangan tidak boleh berhenti pada kelancaran acara semata, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Penghormatan kepada pejuang bukan hanya lewat upacara, tapi bagaimana nilai perjuangan itu hidup dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram