Bupati Aulia Rahman Basri

Dominasi Tenaga Lokal di RS AMI Muara Badak Capai 90 Persen, Pemkab Kukar Klarifikasi Isu Rekrutmen

Bebaca.id, TENGGARONG – Polemik terkait tenaga kerja di RS Aji Muhammad Idris Muara Badak yang disebut minim melibatkan warga lokal mendapat sorotan publik. Namun, berdasarkan data resmi, mayoritas tenaga kerja rumah sakit tersebut justru berasal dari masyarakat sekitar.

Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan, pemerintah daerah telah melakukan verifikasi langsung terhadap data rekrutmen tenaga kerja di RS tersebut.

“Hasil pengecekan menunjukkan 60 persen tenaga kerja berasal dari Muara Badak dan Marangkayu,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, sekitar 30 persen tenaga kerja lainnya berasal dari kecamatan lain di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara tenaga kerja dari luar daerah hanya sekitar 10 persen.

Dengan komposisi tersebut, total sekitar 90 persen tenaga kerja di RS AMI merupakan warga Kutai Kartanegara.

Aulia juga mengungkapkan tingginya minat tenaga kesehatan untuk bekerja di rumah sakit tersebut. Jumlah pelamar disebut jauh melampaui kebutuhan yang tersedia.

“Contohnya apoteker, yang diterima dua orang, pendaftarnya mencapai 60 orang. Perawat dan dokter juga membludak,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah sempat menghadapi kendala dalam menentukan status kepegawaian tenaga kesehatan yang direkrut. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan regulasi, baik untuk skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun Tenaga Harian Lepas (THL).

Sebagai solusi, Pemkab Kukar kini menerapkan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam proses rekrutmen tenaga kerja di RS AMI. Skema ini dinilai lebih fleksibel sekaligus tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Rekrutmen saat ini menggunakan skema BLUD, dan mekanisme pembiayaannya sedang disesuaikan dengan regulasi,” pungkasnya.

Penulis: SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?