Bebaca.id, TENGGARONG – Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga guna membahas persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser.
Rapat yang berlangsung pada Rabu (22/04/2026) itu menitikberatkan pada kesiapan teknis serta pemenuhan kebutuhan anggaran bagi kontingen Kutai Kartanegara.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menyampaikan bahwa berdasarkan paparan Dispora, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk mendukung pelaksanaan Porprov, belum termasuk kebutuhan pengadaan peralatan untuk training center (TC).
“Kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan saja masih kurang sekitar Rp15 miliar, di luar pengadaan peralatan TC,” ujarnya.
Ia menegaskan, kekurangan tersebut menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap optimalisasi persiapan atlet, termasuk program pemusatan latihan dan aspek teknis lainnya.
Selain Dispora, sejumlah pihak seperti KONI, KNPI, dan National Paralympic Committee (NPC) juga turut memaparkan kesiapan masing-masing dalam mendukung kontingen Kukar.
Menurut Faisal, KNPI saat ini tengah menyusun program kepemudaan yang diharapkan dapat terintegrasi dengan pengembangan sektor olahraga.
“KNPI masih dalam tahap merancang program, harapannya bisa terjalin sinergi antara kepemudaan dan olahraga,” katanya.
Meski kondisi keuangan daerah tengah menghadapi tantangan, DPRD Kukar, lanjut Faisal, tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga dan kepemudaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD akan menindaklanjuti hasil RDP melalui pembahasan internal serta menjadwalkan pertemuan dengan Bupati Kutai Kartanegara guna mencari solusi atas kekurangan anggaran tersebut.
“Kami akan bahas di internal DPRD dan berencana bertemu langsung dengan Bupati untuk mencari solusi,” ungkapnya.
Faisal menilai percepatan pengambilan keputusan menjadi krusial mengingat Porprov dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Ia menekankan bahwa persiapan idealnya sudah dimaksimalkan paling lambat Agustus agar atlet memiliki waktu latihan yang cukup.
Selain mengandalkan APBD, DPRD juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui skema “orang tua asuh” bagi cabang olahraga.
“Kami mendorong perusahaan untuk berperan sebagai orang tua asuh cabang olahraga agar turut berkontribusi dalam pembinaan atlet,” jelasnya.
Ia berharap perusahaan yang beroperasi di Kukar dapat ambil bagian dalam mendukung prestasi olahraga daerah.
Dalam RDP tersebut juga terungkap bahwa Kukar berencana mengirimkan sekitar 63 hingga 64 cabang olahraga pada Porprov Paser. Dengan jumlah tersebut, kesiapan anggaran dan pembinaan atlet dinilai semakin penting.
Faisal memastikan DPRD akan kembali mengundang seluruh pihak terkait setelah data dan program terkumpul, guna memastikan kesiapan berjalan optimal.
“Setelah semua data dan program lengkap, kami akan undang kembali seluruh pihak untuk memastikan persiapan benar-benar matang,” pungkasnya.



