Bebaca.id,TENGGARONG – Gangguan distribusi air bersih yang sempat dirasakan warga di kawasan Bukit Biru dan sekitarnya dipastikan bukan karena aliran terhenti total, melainkan akibat penurunan kapasitas produksi.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara, Suparno, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh ketidakstabilan tegangan listrik dari PLN.
“Aliran air tidak berhenti sepenuhnya, hanya kapasitas produksinya yang menurun sehingga distribusi tidak maksimal,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menerangkan, gangguan tegangan listrik berdampak langsung pada kinerja pompa di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekarsari yang menjadi sumber suplai bagi wilayah Bukit Biru dan sekitarnya.
Menurutnya, sistem produksi dan distribusi air sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Ketika tegangan menurun dari standar, pompa tidak mampu beroperasi secara optimal.
Dalam kondisi normal, PDAM mengoperasikan dua unit pompa untuk menjaga kelancaran distribusi. Namun saat terjadi penurunan tegangan, jumlah pompa yang dijalankan harus dikurangi demi menghindari kerusakan peralatan.
“Jika dipaksakan beroperasi dalam tegangan rendah, pompa berisiko mengalami kerusakan,” jelasnya.
Dampak gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tetapi juga meluas ke daerah lain dalam satu jaringan distribusi, seperti Jahab dan kawasan sekitarnya.
Kondisi ini semakin terasa pada jam beban puncak, ketika konsumsi listrik meningkat dan menyebabkan tegangan turun. Pada waktu tersebut, aliran air ke pelanggan melemah, bahkan sempat tidak mengalir di beberapa titik.
“Pada jam-jam tertentu, terutama saat beban listrik tinggi, penurunan tegangan cukup terasa dan berpengaruh pada distribusi air,” tambahnya.
Setelah dilakukan penanganan oleh pihak PLN, tegangan listrik kini telah kembali stabil. Seiring dengan itu, operasional pompa dan distribusi air pun berangsur normal.
Suparno memastikan pelayanan kepada masyarakat saat ini telah kembali berjalan lancar dan suplai air bersih sudah dapat dinikmati seperti biasa.



