Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri,

Bupati Kukar Ajak Lintas OPD Perkuat Gerakan Pangan Aman Terpadu

Bebaca.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan gerakan pangan aman melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat membuka kegiatan advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Bupati Kukar.

Dalam sambutannya, Aulia menekankan bahwa kesehatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan tingkat produktivitas. Ia menilai, masyarakat yang sehat cenderung lebih mampu meningkatkan aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ketika masyarakat sehat, produktivitas akan meningkat, dan itu berdampak langsung pada kemampuan ekonomi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, sektor kesehatan juga berperan penting dalam menjamin ketersediaan pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi. Ia menegaskan, keamanan pangan harus dijaga sejak proses pengolahan hingga sampai ke tangan konsumen.

Meski demikian, Aulia mengingatkan bahwa upaya mewujudkan pangan aman tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar program dapat berjalan efektif.

“Ini membutuhkan kerja bersama. Semua pihak harus terlibat dalam membangun sistem pangan yang sehat dan aman,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan program pangan aman sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Dengan demikian, kesadaran untuk mengonsumsi pangan sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kalau sudah menjadi budaya, masyarakat akan menjalankan pola hidup sehat dengan sendirinya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman. Keempat program ini diharapkan menjadi gerakan terpadu yang dijalankan secara luas di seluruh wilayah Kukar.

Aulia turut menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bekerja secara terkoordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menilai, sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program.

“Jangan ada yang bekerja parsial. Semua OPD harus bergerak bersama agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pemerintah diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kebijakan harus mampu memberikan manfaat yang jelas dan terukur.

“Masyarakat tidak melihat proses, tetapi hasilnya. Maka manfaat program harus benar-benar dirasakan,” tutupnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?