Direktur Perumda Tirta Mahakam, Suparno

Air Baku Keruh Jadi Tantangan, Perumda Tirta Mahakam Siapkan Integrasi Tiga IPA

Bebaca.id, TENGGARONG – Kondisi air baku dari Sungai Tenggarong yang cenderung keruh masih menjadi kendala utama dalam penyediaan air bersih di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal tersebut, Perumda Tirta Mahakam menyiapkan langkah integrasi tiga instalasi pengolahan air (IPA) guna memperkuat produksi dan distribusi.

Direktur Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan kualitas air sungai yang berwarna kecokelatan menuntut peningkatan dari sisi infrastruktur dan sistem pengolahan.

“Salah satu tantangan terbesar kami adalah kualitas air baku dari Sungai Tenggarong yang cenderung keruh, sehingga perlu peningkatan sarana dan proses pengolahan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Saat ini, Perumda Tirta Mahakam mengoperasikan tiga IPA yang berada di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Ke depan, seluruh instalasi tersebut akan diintegrasikan agar mampu saling mendukung dalam sistem distribusi.

“Kami memiliki tiga IPA di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Nantinya akan kami integrasikan supaya distribusi air bisa lebih optimal,” jelasnya.

Meski cakupan layanan di wilayah Tenggarong telah mencapai sekitar 99 persen, Suparno mengakui belum semua pelanggan menikmati layanan selama 24 jam penuh. Keterbatasan kapasitas produksi menjadi salah satu penyebab utama.

“Masih ada wilayah yang belum terlayani 24 jam karena kapasitas produksi terbatas. Sesuai arahan bupati, kami akan mempercepat penambahan kapasitas, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.

Ia menambahkan, skema kolaborasi tersebut tengah dipersiapkan. Dalam pola ini, pihak ketiga akan memproduksi air bersih yang kemudian dibeli oleh Perumda Tirta Mahakam untuk didistribusikan kepada masyarakat.

“Kami sudah beberapa kali melakukan survei bersama pihak ketiga. Nantinya mereka memproduksi air bersih, lalu kami membeli untuk disalurkan,” tambahnya.

Secara keseluruhan, cakupan layanan Perumda Tirta Mahakam di Kukar saat ini baru mencapai sekitar 54 persen, mencakup 132 desa dan 44 kelurahan dari total 193 desa di 20 kecamatan.

Menurut Suparno, luasnya wilayah serta kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan layanan, karena membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

“Geografis Kukar yang luas membuat perluasan layanan membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya menargetkan ke depan seluruh masyarakat, khususnya di Tenggarong, dapat menikmati layanan air bersih tanpa terkendala kapasitas.

“Target kami, tidak ada lagi masyarakat Tenggarong yang tidak terlayani air bersih hanya karena keterbatasan kapasitas,” tegasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?