Bebaca.id, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meminta seluruh pihak untuk mengawal secara serius pelaksanaan Program RT Ku Terbaik yang dijadwalkan mulai bergulir bulan depan. Program tersebut menjadi salah satu andalan pemerintah daerah dengan alokasi Rp150 juta untuk setiap rukun tetangga (RT), atau total sekitar Rp450 miliar tahun ini.
“Insya Allah bulan depan kita mulai kick off Program RT Ku Terbaik dengan alokasi Rp150 juta per RT. Ini merupakan program unggulan pemerintah daerah,” ujar Aulia.
Meski ditujukan untuk mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah, Aulia mengingatkan adanya potensi risiko jika program tidak diawasi secara optimal.
“Program ini seperti pisau bermata dua. Jika tidak dikawal dengan baik, justru bisa menjadi bumerang,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengidentifikasi sejumlah potensi penyimpangan yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan munculnya laporan fiktif dalam pelaksanaan di lapangan.
“Kami sudah memetakan berbagai modus yang berpotensi terjadi. Karena itu, semua pihak harus ikut melakukan mitigasi dan tidak memberi ruang bagi praktik yang tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, keuntungan dari tindakan penyimpangan tidak sebanding dengan konsekuensi yang harus ditanggung, baik dari sisi hukum maupun moral.
“Keuntungan yang didapat mungkin kecil, tapi dampaknya besar. Integritas harus menjadi hal utama,” ucapnya.
Aulia menjelaskan, program ini dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Ia menilai, setiap RT memiliki persoalan berbeda, bahkan dalam satu desa sekalipun.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran lurah, perangkat desa, serta pendamping dalam memastikan proses musyawarah di tingkat RT berjalan dengan baik dan terarah.
“Kami tidak ingin musyawarah RT berjalan tanpa pendampingan. Peran pemerintah di tingkat bawah sangat krusial,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara langsung di lapangan guna memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
“Kami akan turun langsung melakukan monitoring. Anggaran yang besar ini harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.



