Bebaca.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mengintensifkan edukasi kepada orang tua terkait penggunaan gadget pada anak usia dini di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan kampanye edukatif seperti program “Seru Tanpa Layar” yang diinisiasi Tanoto Foundation akan terus didorong bersama sejumlah pihak dan stakeholder terkait.
“Program ini tentu akan terus kami lanjutkan. Pemerintah bersama stakeholder lainnya, termasuk lembaga filantropi, memiliki komitmen yang sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Heriansyah, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini juga tengah menjalankan program wajib belajar 13 tahun, di mana pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi bagian penting dalam tahapan pendidikan dasar anak.
Menurutnya, masa PAUD merupakan periode krusial dalam membangun pola asuh serta pendampingan anak, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin masif.
“Pemerintah menjalankan program wajib belajar 13 tahun, dan satu tahun di antaranya adalah pendidikan PAUD. Ini menjadi tahap awal yang penting dalam pembentukan karakter dan pola pengasuhan anak,” katanya.
Heriansyah menilai, pemahaman orang tua terhadap penggunaan teknologi digital sangat diperlukan agar anak-anak tidak terpapar dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan sejak usia dini.
Karena itu, Disdikbud Kukar terus mendorong edukasi kepada keluarga agar penggunaan gadget dan telepon genggam pada anak dapat dilakukan secara lebih bijak, sehat, dan terarah.
“Kami ingin sejak dini orang tua maupun anak diberikan pemahaman agar penggunaan gadget bisa lebih bijak dan sesuai kebutuhan,” tuturnya.



