Kebakaran lahan terjadi di kawasan dekat permukiman warga di Jalan Poros Muara

Api Dekati Permukiman Tanjung Limau, Puluhan Hektare Lahan Terbakar hingga Damkar Lakukan Penyekatan

Bebaca.id, MUARA BADAK – Kebakaran lahan melanda kawasan Jalan Poros Muara Badak–Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (5/9/2026). Lokasi api yang berdekatan dengan permukiman membuat petugas melakukan penyekatan untuk mencegah kebakaran merambat menuju rumah warga.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 12.26 WITA.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan memulai proses pemadaman sekitar pukul 13.10 WITA.

Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan penanganan diprioritaskan untuk mengendalikan pergerakan api karena kebakaran terjadi tidak jauh dari kawasan tempat tinggal masyarakat.

“Tim menerima laporan kebakaran lahan di area dekat permukiman rumah warga. Tim langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Fida berdasarkan laporan penanganan Damkarmatan Kukar.

Luasan lahan yang terdampak masih berdasarkan perkiraan di lapangan. Salah satu data mencatat area terdampak mencapai sekitar 70 hektare, sementara catatan penanganan lainnya memperkirakan luas lahan terbakar sekitar 50 hektare.

Untuk mengendalikan kebakaran, Damkarmatan Kukar mengerahkan 13 personel. Empat personel Masyarakat Peduli Api (MPA) turut bergabung dalam operasi tersebut.

Penanganan juga melibatkan relawan MUBASIGANA serta masyarakat sekitar yang membantu proses pengendalian api.

Sejumlah armada dikerahkan menuju lokasi, meliputi satu unit mobil pemadam atau brandweer, satu unit double cabin serta satu unit kendaraan pemasok air milik Damkarmatan Kukar.

Tambahan pasokan air berasal dari satu unit kendaraan milik PT Petrolog. Sementara MUBASIGANA mengerahkan dua unit slip on dan tiga kendaraan roda dua.

Petugas turut menggunakan sejumlah perlengkapan pemadaman, mulai dari alat pelindung diri (APD), selang berukuran 1,5 dan 2,5 inci, konektor hingga nozzle.

Luasnya area kebakaran membuat proses penanganan berlangsung hampir tujuh jam. Pemadaman dilakukan sejak pukul 13.10 WITA hingga sekitar pukul 20.06 WITA.

Petugas tidak hanya melakukan penyiraman pada titik-titik yang terbakar. Strategi penyekatan dan pemblokiran turut diterapkan untuk membatasi ruang gerak api.

“Pemadaman dilakukan dengan cara penyekatan dan pemblokiran,” jelas Fida.

Metode tersebut terutama dilakukan pada bagian lahan yang berpotensi menjadi jalur rambatan api menuju kawasan lain, termasuk permukiman warga.

Setelah penanganan di Tanjung Limau selesai, petugas meninggalkan lokasi untuk bergerak menuju titik kebakaran lainnya.

Mobilitas tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan kebakaran lahan selama kondisi kemarau di sejumlah wilayah Kukar.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?