Malaysia cabut status darurat asap karhutla di Distrik Serian, negara bagian Sarawak. Foto: AFP/MOHD RASFAN

Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak, Kualitas Udara Masih Sangat Tidak Sehat

Bebaca.id, MALAYSIA – Pemerintah Malaysia resmi mencabut status darurat akibat kabut asap di Distrik Serian, Sarawak, Senin (7/9/2026). Keputusan diambil setelah tingkat pencemaran udara mengalami penurunan signifikan, meski kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan kondisi kualitas udara di Serian tidak lagi berada pada level berbahaya yang menjadi dasar pemberlakuan status darurat.

Berdasarkan data Departemen Lingkungan Malaysia, Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian tercatat berada pada angka 222 pada Senin.

Angka tersebut turun drastis dibandingkan Jumat pekan lalu ketika API di wilayah tersebut sempat melonjak hingga 519.

Malaysia mengategorikan API di atas 300 sebagai tingkat berbahaya. Sementara angka 500 menjadi ambang batas yang digunakan untuk menetapkan status darurat akibat pencemaran udara.

Pencabutan status darurat mendapatkan persetujuan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar.

Keputusan tersebut diberikan berdasarkan saran Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama Premier Sarawak Abang Johari Openg.

Laporan sejumlah instansi pemerintah turut menjadi pertimbangan setelah menunjukkan kualitas udara di Serian tidak lagi berada dalam kategori berbahaya.

Meski status darurat telah berakhir, pemerintah mengingatkan kondisi kabut asap di Sarawak belum sepenuhnya pulih.

Kualitas udara di sejumlah wilayah, terutama Distrik Serian dan Samarahan, masih tercatat berada pada tingkat sangat tidak sehat sehingga risiko terhadap kesehatan masyarakat tetap perlu diwaspadai.

“Pemerintah Federal dan pemerintah negara bagian Sarawak akan terus memantau situasi dengan saksama, dan warga di wilayah terdampak diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta senantiasa mematuhi arahan dari pihak berwenang,” demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia menetapkan status darurat di Serian pada Jumat pekan lalu setelah pencemaran udara melonjak hingga kategori berbahaya.

Kabut asap pekat tersebut disebut dipicu kebakaran hutan di wilayah Kalimantan yang kemudian berdampak terhadap kualitas udara di Sarawak.

Dampaknya tidak hanya dirasakan melalui penurunan kualitas udara. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak juga sempat ditutup untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap pelajar.

Sarawak menjadi salah satu wilayah Malaysia yang paling terdampak karena letaknya berdekatan dengan Kalimantan.

Turunnya API dari 519 menjadi 222 membuat status darurat di Serian berakhir. Namun, angka tersebut menunjukkan kualitas udara belum kembali normal, sehingga pemerintah Malaysia tetap meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan sembari perkembangan kabut asap terus dipantau.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?