Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.

Pendapatan PI Migas Menyusut, Pemkab Kukar Dorong Daerah Lebih Aktif Kelola Potensi

Bebaca.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi penurunan pendapatan dari participating interest (PI) sektor minyak dan gas bumi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan penerimaan dari sektor migas, tetapi memperkuat keterlibatan daerah dalam pengelolaannya.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menilai daerah perlu memiliki peran yang lebih aktif agar keberadaan PI migas dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi pembangunan dan masyarakat.

Penurunan penerimaan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam melihat kontribusi sektor migas terhadap keuangan Kukar. Menurut Aulia, perubahan pendapatan perlu diikuti dengan langkah yang dapat memperkuat posisi daerah dalam pengelolaan potensi sumber daya yang dimiliki.

Ia mendorong agar keterlibatan pemerintah daerah tidak berhenti pada penerimaan hasil pengelolaan migas. Peran yang lebih aktif dinilai dapat membuka ruang bagi daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas dari keberadaan kegiatan usaha migas.

Aulia juga menekankan pentingnya pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah perlu melihat sektor migas tidak hanya dari sisi penerimaan, tetapi juga dari peluang pengembangan ekonomi yang dapat ditimbulkan di daerah.

Langkah tersebut menjadi penting karena penerimaan dari sektor migas dapat mengalami perubahan seiring dinamika produksi, harga komoditas, serta berbagai faktor lain yang memengaruhi kinerja industri.

Karena itu, Pemkab Kukar terus mendorong penguatan peran daerah dalam sektor strategis tersebut. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan langkah agar manfaat ekonomi dari kegiatan migas dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan Kukar.

Pada saat yang sama, penurunan pendapatan PI migas menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sumber-sumber ekonomi lainnya. Diversifikasi pendapatan dan pengembangan sektor potensial di luar migas dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Dengan demikian, berkurangnya pendapatan PI migas tidak hanya menjadi persoalan penerimaan daerah, tetapi juga menjadi momentum bagi Kukar untuk memperkuat posisi dalam pengelolaan potensi migas sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi lainnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?