Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufidah.

Dari Es Teh hingga Boba, Dinkes Kukar Ingatkan Risiko Konsumsi Gula Berlebih

Bebaca.id, TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat 69 kasus diabetes melitus pada kelompok usia 5–18 tahun. Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah kunjungan terkait diabetes di seluruh puskesmas di Kukar mencapai 25.520 kunjungan, belum termasuk pelayanan di rumah sakit.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan diabetes melitus tidak hanya ditemukan pada kelompok lanjut usia, tetapi juga pada anak-anak, remaja, dan masyarakat usia produktif.

Menurutnya, kelompok usia 18–59 tahun juga menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mewaspadai penyakit tersebut. Sementara itu, kelompok usia 60 tahun ke atas menyumbang sekitar 35 persen dari angka yang dipaparkan.

Kondisi tersebut, kata Ismi, menjadi pengingat bahwa diabetes tidak bisa lagi dipandang sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia.

“Kalau kita lihat dari Januari sampai September ini, sudah 25.520 kunjungan di puskesmas. Ini belum lagi yang ada di rumah sakit,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Ismi menilai pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah diabetes. Makanan dan minuman dengan tambahan gula, lemak, serta minyak semakin mudah dijumpai, sedangkan pilihan makanan sehat belum tentu tersedia dengan mudah di lingkungan masyarakat.

Salah satu kebiasaan yang disorot ialah konsumsi minuman manis, mulai dari es teh, minuman kemasan, jus dengan tambahan susu atau gula, hingga minuman kekinian seperti boba.

Minuman tersebut kerap dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian tanpa mempertimbangkan jumlah gula tambahan yang masuk ke dalam tubuh.

Ismi mengingatkan, minuman berbahan buah tidak selalu menjadi pilihan yang lebih sehat apabila ditambahkan gula, susu, atau bahan lainnya.

“Kalau mau makan atau minum buah, ya buah aslinya. Yang perlu diperhatikan itu tambahan-tambahannya,” jelasnya.

Menurutnya, minuman sederhana seperti es teh juga perlu diperhatikan kandungan gulanya. Penambahan es yang cukup banyak terkadang membuat penjual menambahkan gula lebih banyak agar rasa manis tetap terasa.

Selain gula tambahan, masyarakat juga perlu memperhatikan asupan karbohidrat dari makanan pokok. Karbohidrat, termasuk yang terkandung dalam nasi, akan diolah tubuh menjadi glukosa sehingga jumlah dan pola konsumsi makanan perlu dijaga.

“Jangan berpikir gula itu hanya didapat dari gula. Makanan, nasi misalnya, itu ada kandungan karbohidratnya yang juga akan berpengaruh terhadap gula dalam tubuh,” katanya.

Ismi menjelaskan, diabetes melitus perlu diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius apabila tidak terkontrol. Penyakit tersebut dapat berdampak pada sejumlah organ tubuh, termasuk jantung, ginjal, dan mata.

Karena itu, Dinkes Kukar mendorong masyarakat mulai menerapkan pola konsumsi yang lebih sehat. Upaya tersebut dapat dilakukan secara bertahap, antara lain dengan mengurangi kadar gula dalam minuman dan membatasi frekuensi konsumsi minuman manis.

“Sekali-sekali boleh, tetapi tetap harus dikurangi gulanya. Kita mulai memilih yang lebih sehat untuk diri sendiri,” tutup Ismi.

Masyarakat juga diimbau lebih cermat saat membeli makanan dan minuman. Konsumen dapat meminta penjual mengurangi gula atau bahan tambahan lainnya sebagai langkah awal membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?