Prosesi pengukuhan pengurus DPC PKB Kutai Kartanegara yang dilakukan oleh Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin

Bentuk Pengurus di 190 Desa, PKB Kukar Perkuat Infrastruktur Partai

Bebaca.id, Tenggarong – ajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2031 mulai memperkokoh barisan organisasinya hingga menyentuh lapisan masyarakat pedesaan. Langkah taktis ini digulirkan secara masif pascapelantikan struktur kepengurusan baru sebagai upaya mendongkrak sinergi dan kedekatan emosional partai dengan masyarakat luas.

Menanggapi tugas berat ke depan, Ketua DPC PKB Kukar, Dedik Harianto, menjelaskan bahwa momen pengukuhan yang dilangsungkan di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, pada Rabu (28/10/2026) lalu tersebut memiliki makna lebih dari sekadar rotasi kepemimpinan. Menurutnya, terdapat agenda besar yang harus segera dieksekusi, yakni memperluas jejaring organisasi agar partai ini semakin mengakar di kehidupan warga.

Dedik mengungkapkan, konstelasi kepengurusan PKB di wilayah Kukar saat ini memang telah berhasil didirikan di seluruh 20 kecamatan. Kendati demikian, fondasi tersebut dirasa masih butuh perluasan agar bisa eksis hingga tingkat desa, sejalan dengan instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

“Ini bukanlah akhir, namun ini adalah awal dimulainya perjuangan PKB di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk terus bekerja secara maksimal, memberikan kontribusi nyata dan memberikan dampak terhadap masyarakat,” sebut Dedik.

Ia tidak menampik bahwa penyusunan struktur pengurus hingga ke level desa akan menjadi salah satu ujian terberat selama masa kepemimpinannya. Apalagi, infrastruktur PKB Kukar selama ini rata-rata baru terhenti di tingkatan kecamatan.

Ke depannya, para kader telah dimandatkan untuk segera merajut kekuatan akar rumput hingga ke pelosok desa, atau bahkan merambah hingga tingkatan Rukun Tetangga (RT). Untuk merealisasikannya, Dedik mematok tenggat waktu penyelesaian pada bulan Desember 2026 mendatang.

“Target dari DPP ditetapkan di bulan Desember ini kita harus menyelesaikan. Mudah-mudahan kami di pengurusan yang baru ini bisa mencapai target itu di bulan Desember,” paparnya.

Dengan letak geografis Kukar yang membawahi sekitar 190 desa, ekspansi struktural ini dinilai sangat esensial bagi PKB guna mengamankan daya jangkau politik partai. Bagi Dedik, misi ini bukan semata-mata demi menggugurkan kewajiban dari pusat, melainkan sebagai wadah nyata untuk merawat kedekatan dengan rakyat.

Ia menegaskan bahwa PKB enggan dicap sebagai partai musiman yang hanya gemar unjuk gigi saat genderang pemilu ditabuh. Sebaliknya, partai ini diinstruksikan hadir lebih awal untuk membuktikan dedikasi dan pelayanan kepada publik.

Prinsip pelayanan inilah yang kemudian dijadikan sebagai fondasi utama PKB Kukar dalam meracik strategi merebut simpati di masa mendatang. Dedik menuturkan, pihaknya akan mencurahkan seluruh energi untuk memprioritaskan kerja nyata di lapangan, sehingga masyarakat memiliki tolok ukur sendiri sebelum menjatuhkan pilihan.

“Yang jelas kita fokus dulu kepada pelayanan masyarakat. Kita fokus dulu terhadap kinerja-kinerja kita di lapangan, yang nantinya masyarakat akan menilai sendiri bahwasannya PKB ini memang layak untuk dipilih atau tidak,” tegasnya.

Di samping misi pelayanan sosial, DPC PKB Kukar nyatanya telah memasang target politik yang cukup tajam pada ajang kontestasi mendatang. Dedik memproyeksikan partainya sanggup mendulang perolehan suara maksimal guna mengamankan kembali jatah pimpinan di DPRD Kukar.

Target ini berkaca pada perhelatan Pemilu 2019 silam, di mana PKB Kukar sukses menduduki kursi Wakil Ketua III DPRD, sebelum akhirnya posisi strategis tersebut terlepas dari genggaman pada Pemilu 2024 lalu.

“Nanti di pemilu yang akan datang target kita bisa dapat merebut kembali kursi pimpinan di DPRD. Mudah-mudahan kita nanti bisa targetkan sekitar 6-8 kursi,” urainya.

Beralih pada peta persaingan, Dedik turut menyinggung konstelasi di Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang diprediksi bakal menjadi palagan menantang bagi partainya. Terlebih lagi, ia juga harus mengawasi perkembangan dinamika politik lokal terkait wacana pergeseran batas dapil sebagai dampak tak terhindarkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Untuk sementara dapil yang kita ini agak berat ya dapil 4. Cuma enggak tahu ya keputusannya nanti di dapil 4 itu masih ada atau jadi diambil oleh IKN,” tutup Dedik.

Melalui kombinasi penguatan struktur ranting dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan ini, PKB Kukar meyakini dapat membangun modal politik yang kokoh. Serangkaian upaya tersebut diharapkan mampu membawa kejayaan bagi partai tanpa harus mengabaikan peran utamanya sebagai pelayan aspirasi masyarakat.

(*adv/diskominfo)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?