Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono.

Pemkab Kukar Fasilitasi Beasiswa ASN Hingga S3 Dalam dan Luar Negeri

Bebaca.id, Tenggarong – Fasilitas beasiswa pendidikan hingga jenjang doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri kini disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) khusus bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Program terobosan ini merupakan wujud nyata dari implementasi 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, spesifik pada pilar ASN Sejahtera, yang dirancang strategis untuk menggenjot kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah.

Menyikapi program tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menguraikan bahwa skema pendanaan pendidikan bagi abdi negara ini sejatinya sudah digulirkan sejak tahun lalu. Meski demikian, kuota penerimanya memang masih dibatasi guna menyesuaikan dengan eskalasi kebutuhan instansi dan kapasitas ruang anggaran yang tersedia.

“Beasiswa S3 itu kan merupakan program dedikasi Pak Bupati yang masuk dalam 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik ASN Sejahtera, yang di antaranya juga memberikan beasiswa bagi ASN. Dan itu memang sudah dilakukan sejak tahun lalu, meskipun mungkin jumlah target group-nya belum banyak,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Menatap perancangan tahun mendatang, Pemkab Kukar bertekad untuk terus mengekspansi volume kepesertaan program ini. Kendati demikian, penganugerahan beasiswa ini tetap diikat pada sejumlah prasyarat mutlak, seperti kewajiban lolos seleksi akademis di kampus tujuan serta relevansi program studi dengan kebutuhan peta jabatan di lingkungan pemerintahan.

Sunggono menggarisbawahi, disiplin ilmu yang ditempuh oleh ASN wajib berbanding lurus dengan cetak biru pengembangan SDM di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Yang paling utama kan harus lulus tes di perguruan tinggi yang dituju dan yang paling penting pendidikan yang dituju itu linier dengan kebutuhan organisasi pemerintah daerah,” katanya.

Lebih detail ia membeberkan, kucuran beasiswa ini tidak eksklusif hanya untuk mengejar gelar doktoral semata. Pemerintah daerah turut membuka keran pembiayaan bagi jenjang magister (S2), termasuk menanggung biaya pendidikan lanjutan bagi tenaga dokter spesialis kedinasan. Semuanya diselaraskan presisi dengan defisit tenaga keahlian di tubuh birokrasi daerah.

“Jadi saya ulangi, prioritas terhadap mereka yang menempuh pendidikan S2 atau S3 itu lebih berorientasi pada kebutuhan pemerintah daerah di masing-masing OPD,” jelasnya.

Terkait jangkauan lokasi institusi pendidikan, Sunggono memastikan bahwa para penerima manfaat diizinkan untuk menimba ilmu di berbagai kampus unggulan mancanegara sekalipun. Ia bahkan menyebutkan adanya salah satu ASN Kukar yang tengah menikmati fasilitas beasiswa ini untuk menuntaskan studi doktoralnya di Jepang.

“Kalau untuk dokter spesialis macam-macam. Kalau yang S3 itu ada yang kita biayai sampai yang ada di Jepang,” ungkapnya.

Mengenai skema pembiayaannya, Sekda Kukar ini menyebutkan bahwa anggaran dicairkan dalam bentuk sistem paket sesuai standar operasional program, kendati ia belum dapat merincikan nominal pasti pagu anggarannya untuk tiap penerima.

Pada prinsipnya, durasi perlindungan biaya pendidikan ini diterapkan secara terukur mengikuti batas normal masa studi masing-masing jenjang. Kebijakan tegas pun diberlakukan apabila terdapat ASN yang molor dalam menyelesaikan masa perkuliahannya, di mana pemerintah daerah dipastikan akan menghentikan aliran subsidi pembiayaan tanpa kompromi.

“Angkanya saya tidak ingat. Dia paket ya. Tapi kalau lewat masa perkuliahannya, kita tidak biayai lagi,” pungkasnya.

(*adv/diskominfo)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?