Plt Lurah Bukit Biru, Sudiyarso,

Kelurahan Bukit Biru Apresiasi Demplot dan Drone Sprayer, Jadi Energi Baru Bagi Petani

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu wilayah percontohan program Demonstration Plot (Demplot) Padi LEISA sekaligus penerapan digital farming melalui teknologi drone sprayer, hasil kolaborasi pemerintah dengan Bank Indonesia (BI).

Program ini memberi dampak nyata bagi produktivitas pertanian. Jika sebelumnya rata-rata panen hanya 3,6 ton per hektare, lewat demplot produktivitas meningkat menjadi 6,27 ton per hektare, atau naik sekitar 74 persen.

Demplot sendiri menjadi metode penyuluhan dengan menghadirkan lahan percontohan agar petani bisa langsung melihat sekaligus mencoba teknologi baru. Kehadiran drone sprayer pesawat nirawak untuk penyemprotan pestisida maupun pupuk membuat proses pertanian lebih cepat dan efisien.

Panen perdana hasil demplot tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, perwakilan BI, hingga Korem 091/ASN.

Plt Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemkab Kukar kepada petani.

“Kami sangat apresiasi program ini, berdampak bagi petani kita terutama dengan peningkatan padi sampai enam ton. Sumber kebahagiaan petani, dan swasembada pangan apabila ini dilakukan di seluruh daerah Kaltim,” ungkap Sudiyarso.

Sejak puluhan tahun lalu, Bukit Biru memang telah berkembang sebagai wilayah pertanian, karena merupakan kawasan transmigrasi. Mayoritas warganya berprofesi sebagai petani, dengan padi sebagai komoditas unggulan. Karena itu, Sudiyarso berharap langkah strategis di sektor pertanian terus bersinergi antara petani dan pemerintah daerah.

“Hal ini menjadi semangat bagi petani kami untuk berkolaborasi dan meningkatkan mutu pertanian,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram