Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Prosesi pengukuhan Pemangku Adat Istiadat Kutai di Kabupaten Kutai Timur berlangsung khidmat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Jumat (19/9/2025).
Acara sakral ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Drs. Adji Muhammad Arifin, bersama Bunda Permaisuri dan kerabat kesultanan. Hadir pula Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, jajaran Forkopimda Kutim dan Kukar, serta para tokoh adat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan pengukuhan tersebut memiliki arti besar dalam menjaga nilai sejarah dan eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Hari ini kami menyaksikan acara pengukuhan pemangku adat Kutai di Kabupaten Kutai Timur. Secara kewilayahan, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura meliputi delapan kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Harapan kami, pemangku adat juga hadir di seluruh daerah tersebut agar adat dan adab bisa menjadi fondasi kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pemerintahan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan adat dan adab adalah dasar penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Karena kita menginginkan bahwa adat dan adab ini menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, utamanya dalam pemerintahan, maka keberadaannya sangat penting untuk terus dijaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi barometer penting dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Kutai di Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ayahanda Sri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang telah mengukuhkan pemangku adat Kutai wilayah Kabupaten Kutai Timur. Hal ini merupakan barometer bahwa adat istiadat dan budaya perlu kita jamin keberadaannya, terutama di wilayah tanah Kutai yang ada di Kalimantan Timur,” ucapnya.
Ardiansyah berharap pengukuhan ini semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap adat dan budaya Kutai.
“Kami berharap dengan pengukuhan ini, adat dan budaya Kutai akan terus menjadi barometer dalam peningkatan pemahaman serta pelestarian budaya di tanah Kutai. Semoga nilai-nilai ini dapat diwariskan dan dipahami generasi muda,” harapnya.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, kesultanan, dan masyarakat dalam memperkuat sinergi menjaga warisan leluhur. Kehadiran dua kepala daerah sekaligus, Bupati Kukar dan Bupati Kutim, juga menegaskan bahwa adat dan budaya Kutai adalah identitas bersama yang wajib diwariskan lintas generasi.
“Mari kita jadikan adat dan budaya Kutai ini bukan hanya simbol seremonial, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup, agar generasi mendatang tetap teguh menjaga jati dirinya sebagai anak negeri Kutai,” tutup Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.



