Disdamkarmatan Kukar Perkuat Kesiapsiagaan

Disdamkarmatan Kukar Perkuat Kesiapsiagaan

Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayahnya. Saat ini, Disdamkarmatan Kukar mengoperasikan 47 unit mobil pemadam yang tersebar di 20 kecamatan, belum termasuk mesin portable yang turut mendukung operasi di lapangan.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan distribusi armada disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah agar penanganan kebakaran dapat dilakukan cepat dan efisien.

“Saat ini, kami punya kurang lebih 47 unit yang tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya, Minggu (5/10/2025).

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tenggarong memiliki sekitar 12 unit mobil pemadam. Sebanyak sembilan unit berada di Mako Damkar Tenggarong dan tiga unit lainnya ditempatkan di Pos Pattimura. Dua di antaranya merupakan unit serang atau pemukul pertama yang disiagakan untuk merespons cepat kejadian kebakaran di pusat kota.

“Desain ini kami buat karena Mako berada sekitar 2,7 sampai 3 kilometer dari pusat kota. Jadi, di Pos Pattimura ditempatkan unit serang agar bisa lebih cepat bergerak bila ada kebakaran di tengah kota,” kata Fida.

Ia menambahkan, pemerataan armada pemadam di seluruh kecamatan diharapkan mampu mempercepat penanganan saat terjadi kebakaran. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan respons cepat terhadap keadaan darurat di Kukar.

“Harapannya, dengan adanya 47 unit ini, kami bisa memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat waktu tanggap di lapangan,” tambahnya.

Selain memperkuat sarana dan prasarana, Disdamkarmatan Kukar juga fokus pada pembinaan fisik personel. Di Mako Damkar Tenggarong kini tersedia fasilitas gym yang bisa digunakan petugas maupun relawan pemadam kebakaran.

Menurut Fida, ketahanan fisik menjadi faktor utama dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Pekerjaan di lapangan itu yang utama adalah fisik. Hampir 90 persen fisik, hanya 10 persennya strategi. Kalau fisik tidak bagus, tugas sulit dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pembinaan fisik penting karena petugas damkar kerap menghadapi kondisi ekstrem — mulai dari mengangkat beban berat, berhadapan dengan panas tinggi, hingga tekanan psikologis di lokasi kebakaran.

“Minimal fisik harus bagus, stamina kuat, dan mental juga terjaga,” ujarnya.

Fasilitas gym di Mako Damkar dilengkapi berbagai alat kebugaran, seperti alat angkat beban, treadmill, dan sepeda statis. Personel damkar rutin berlatih di sana, termasuk para relawan di Kecamatan Tenggarong yang biasanya berlatih pada malam hari setelah bertugas.

Melalui fasilitas tersebut, Fida berharap kondisi fisik dan mental para personel damkar tetap prima agar mampu memberikan pelayanan terbaik dalam setiap situasi darurat.

“Kalau fisik mereka kuat dan mentalnya terlatih, otomatis kinerja di lapangan juga akan lebih baik. Itu tujuan kami membangun fasilitas ini,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram