Samarinda – Di tengah kesibukan agenda pemerintahan, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin memilih cara berbeda untuk merayakan kebahagiaan. Bukan lewat seremoni, panggung megah, atau pesta penuh undangan, melainkan dengan duduk bersama puluhan anak berkebutuhan khusus dari SLB Negeri Tenggarong menikmati makan malam, berbagi tawa, dan berjalan santai di pusat perbelanjaan di Samarinda.
Bersama sang istri, Fety Puja Amelia, Rendi mengundang anak-anak istimewa itu untuk merasakan pengalaman yang jarang mereka alami: berbelanja sepatu dan pakaian di mal. Momen sederhana itu menjadi simbol kepedulian dan bentuk kasih yang tulus kepada mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
“Kami ingin kebahagiaan yang kami rasakan juga dirasakan mereka,” ujar Rendi dengan senyum hangat.
“Tak perlu pesta besar, cukup kebersamaan yang tulus.”
Sebelum berbelanja, Fety terlebih dahulu mengajak anak-anak makan malam di salah satu restoran di mal terbesar di Samarinda. Di meja panjang yang penuh tawa kecil dan wajah malu-malu, suasana terasa begitu akrab. Tak ada jarak antara pejabat dan anak-anak itu hanya tawa, obrolan ringan, dan rasa syukur yang sederhana.
Setelah makan malam, rombongan menuju toko sepatu dan pakaian. Satu per satu anak memilih barang yang mereka suka, sementara Rendi dan Fety dengan sabar membantu. Ada yang mencoba sepatu dengan senyum lebar, ada pula yang memeluk tas belanja seolah enggan melepaskannya.
“Ada anak yang sampai menangis,” tutur Lina Otaviani, guru SLB Negeri Tenggarong.
“Mereka tidak menyangka bisa belanja sendiri di mal, apalagi ditemani langsung oleh Bapak dan Ibu Wakil Bupati.” tambahnya.
Bagi sebagian besar anak-anak itu, malam tersebut adalah pengalaman pertama berjalan di antara etalase kaca dan musik lembut mal. Sebuah momen kecil yang meninggalkan kesan besar dalam hati mereka.
Setelah berbelanja, mereka pun menutup malam dengan menikmati es krim bersama. Suara tawa kembali memenuhi meja. Ada yang tersipu karena es krimnya tumpah, ada yang tertawa lepas sambil memperlihatkan sepatu baru di kakinya. Di antara gelak tawa itu, tersimpan rasa haru yang tak terucap.



