Abdul Karim resmi dilantik sebagai Camat Kota Bangun

Abdul Karim Resmi Dilantik Jadi Camat Kota Bangun, Siap Dukung Program Kukar Idaman Terbaik

Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Abdul Karim resmi dilantik dan dipercaya mengemban amanah sebagai Camat Kota Bangun. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan program visi dan misi Kukar Idaman Terbaik di wilayah Kecamatan Kota Bangun dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Abdul Karim mengungkapkan, sebelum dilantik secara definitif, dirinya telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kota Bangun sejak 1 September 2024. Dengan pengalaman tersebut, ia optimistis dapat melanjutkan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat dengan lebih maksimal.

“Insya Allah saya tetap berkomitmen seperti biasa. Sebelumnya saya menjabat sebagai Sekretaris Camat Kota Bangun. Kemudian, atas amanah dari Bapak Bupati Kutai Kartanegara, saya dipercaya menjadi Camat Kota Bangun terhitung sejak hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama kurang lebih satu tahun tiga bulan menjabat sebagai Plt Camat, dirinya telah banyak memahami kondisi wilayah serta karakteristik masyarakat Kota Bangun. Hal itu menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya sebagai camat definitif.

Terkait potensi wilayah, Abdul Karim menjelaskan bahwa Kecamatan Kota Bangun memiliki sumber daya yang cukup beragam. Sebagian besar desa berada di sepanjang bantaran Sungai Mahakam, sehingga mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.

“Dari 10 desa yang ada, hampir semuanya berada di lintasan Sungai Mahakam, kecuali Desa Loleng. Karena itu, sebagian besar masyarakat kami adalah nelayan,” jelasnya.

Selain sektor perikanan, sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi penopang ekonomi masyarakat. Saat ini, tren perkebunan sawit semakin berkembang, meski tanaman karet masih tetap bertahan di beberapa desa.

“Kalau dulu lebih banyak karet, sampai sekarang masih ada. Namun, yang lebih dominan saat ini adalah sawit,” katanya.

Khusus di Desa Loleng, keberadaan perusahaan PT PNM yang telah beroperasi sejak 2008 turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Menurut Abdul Karim, kehadiran perusahaan tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor usaha kecil.

“Alhamdulillah, dengan adanya perusahaan, perekonomian masyarakat, khususnya warga Desa Loleng, ikut meningkat. Dampaknya juga dirasakan oleh pelaku UMKM seperti warung dan penjual sembako,” tuturnya.

Ia berharap, ke depan sinergi antara pemerintah kecamatan, perusahaan, dan masyarakat dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Bangun secara berkelanjutan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram