Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berangsur surut, Rabu (14/1/2026). Meski demikian, warga di sejumlah desa bagian hilir diminta tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman.
Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan kondisi di desa-desa wilayah hulu sudah sepenuhnya terbebas dari genangan. Dari total 11 desa, dua desa hulu yakni Long Bleh Modang dan Long Bleh Haloq dipastikan telah surut hingga pukul 16.00 Wita.
“Per jam empat sore ini, desa-desa hulu sudah timbul semua. Airnya sudah surut dan saat ini bergeser ke wilayah desa bagian hilir,” ujar Suhartono.
Sementara itu, desa-desa di wilayah hilir seperti Pulau Pinang, Perdana, dan Kelekat masih terdampak banjir. Namun, ketinggian air dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
“Di jalan raya tersisa sekitar 50 sentimeter. Untuk rumah warga, dari sekitar lima RT, hanya sekitar 10 rumah yang lantainya sempat terendam setinggi 5 hingga 10 sentimeter, dan hari ini sudah mulai turun,” jelasnya.
Selain itu, beberapa desa hilir lainnya seperti Kembang Janggut, Hambau, Loa Sakoh, dan Genting Tanah diminta bersiap. Pasalnya, debit air diperkirakan akan meningkat akibat limpahan dari wilayah hulu yang mulai surut.
Menurut Suhartono, kondisi tersebut merupakan pola banjir tahunan yang biasa terjadi. Aliran air berasal dari Kecamatan Tabang, kemudian bergerak ke Kembang Janggut sebelum akhirnya menuju Kecamatan Kenohan.
“Tabang sudah kering, kami di Kembang Janggut menerima limpahan. Setelah kami surut, biasanya giliran wilayah Kenohan. Ini memang siklus tahunan karena air datang dari hulu,” terangnya.
Meski tidak separah banjir pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kecamatan tetap melakukan langkah antisipasi. Posko kewaspadaan telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air.
“Untuk sementara kami tetap siapkan posko. Sifatnya antisipasi dan kewaspadaan jika terjadi peningkatan debit air,” katanya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, curah hujan dalam sepekan ke depan masih berpotensi terjadi, namun tidak dalam kategori lebat dan cenderung lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
Menutup keterangannya, Suhartono mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama dalam menjaga keselamatan anak-anak yang kerap bermain di sekitar genangan air.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya anak-anak yang bermain di air. Antisipasi risiko tenggelam, dan pahami bahwa banjir ini datang bertahap serta merupakan banjir tahunan,” pungkasnya.



