Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama jajaran TNI, Polri dan masyarakat melaksanakan Sholat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

Kemarau dan Karhutla Melanda Kukar, Pemkab Bersama Forkopimda Gelar Sholat Istisqa

Bebaca.id, TENGGARONG – Kemarau yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerintah daerah menempuh ikhtiar spiritual. Bersama TNI, Polri dan masyarakat, doa dipanjatkan melalui pelaksanaan Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Sholat Istisqa yang digagas Kodim 0906/Kukar tersebut dilaksanakan di halaman Makodim 0906/Kukar dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono hadir bersama Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman, Kapolres Kukar AKBP Khairil Basyar, Wakil Ketua II DPRD Kukar Junaidi dan Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi.

Turut hadir Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar Edi Damansyah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar Fida Hurasani serta masyarakat sekitar.

Pelaksanaan Sholat Istisqa dipimpin Ustadz Muhibbin Ali. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah daerah, termasuk Kukar.

Turunnya hujan juga diharapkan membantu proses penanganan karhutla sekaligus mengurangi risiko munculnya titik-titik kebakaran baru selama musim kemarau.

Sekda Kukar Sunggono mengatakan Sholat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

“Ini merupakan upaya kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar memberikan curah hujan di Kabupaten Kukar, sehingga berbagai bencana yang sedang terjadi, seperti karhutla di beberapa titik, dapat segera berakhir,” ujar Sunggono.

Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi dampak kemarau, baik terhadap ketersediaan air maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pemkab Kukar berharap kondisi tersebut dapat segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat tidak terus terganggu akibat kekeringan maupun ancaman karhutla.

“Kita berharap bersama, semoga ini bisa cepat berakhir, baik kemarau, kekeringan maupun karhutla,” harapnya.

Selain berbagai langkah penanganan di lapangan, Sunggono mengatakan pendekatan spiritual akan terus menjadi bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat.

“Mari kita panjatkan doa dan harapan bersama agar kondisi ini segera berakhir dan masyarakat Kukar dapat kembali menikmati turunnya hujan,” ajaknya.

Sementara itu, Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Kukar, TNI, Polri serta berbagai unsur terkait.

Upaya tersebut mencakup pencegahan, pemantauan hingga penanganan langsung terhadap titik-titik kebakaran yang ditemukan di lapangan.

Di tengah berbagai langkah teknis tersebut, Sholat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual yang dilakukan untuk melengkapi penanganan karhutla.

“Ini adalah ikhtiar kita melalui pendekatan spiritual, yaitu Sholat Istisqa. Dengan kerendahan hati, kita menyatukan ikhtiar dan doa, memohon kepada Allah SWT agar rahmat hujan segera turun menyirami lahan yang kering dan membantu mengurangi dampak karhutla di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Benny.

Pelaksanaan Sholat Istisqa sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan terlibat dalam pencegahan karhutla. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering, diminta untuk dihindari.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?