Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu di Kecamatan Loa Kulu telah meluluskan 5.720 peserta didik sejak berdiri pada 2008. Lembaga ini awalnya berfokus pada program pemberantasan buta aksara, kemudian berkembang ke pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.
“PKBM ini kan didirikan dari tahun 2008 itu program kegiatannya peningkatan sumber daya manusia yaitu dari pertama kita melakukan pemberantasan buta aksara di Kecamatan Loa Kulu. Jadi mulai buta aksara, keaksaraan personal, baru pelaksanaan usaha mandiri, baru paket A, paket B, paket C,” ucap Ketua Yayasan PKBM, Saipul Anwar.
Ia menjelaskan, motivasi awal pendirian lembaga ini karena saat itu hanya ada dua PKBM aktif di Kutai Kartanegara.
“Dengan 18 kecamatan itu hanya ada 2 PKBM, PKBM Handayani Tenggarong Sebrang, Puspa Wijaya Tenggarong, dan kita yang ketiga. Sementara si yang Handayani ini sekarang sudah tidak aktif lagi,” ucapnya.
Berdiri di atas tanah hibah keluarga, PKBM ini sempat berjalan secara swadaya sebelum mendapat bantuan perusahaan tambang MHU pada 2019.
“Kerja sama dengan MHU ini yang jelas kita terbantu sekali karena ternyata biaya operasional kita juga dibantu oleh MHU. Dengan itu otomatis kita lebih eksis gitu,” jelas Saipul.
Selain pendidikan kesetaraan, PKBM juga membuka kursus keterampilan dan peluang kerja bagi lulusan.
“Tahun-tahun kemarin itu pelatihan yang diberikan operator alat berat. Kalau tahun ini rencananya tata boga, sudah dilaksanakan tata boga. Mungkin nanti kita mau tata boga lagi,” katanya.
Saat ini PKBM Putri Karang Melenu memiliki 15 tutor yang mengajar dengan sistem daring maupun luring. Saipul berharap keberadaan lembaga ini dapat terus bersinergi dengan pemerintah maupun perusahaan.
“Harapannya kita ya artinya gini, kita membantu pemerintah, membantu pihak perusahaan dalam hal kerjasamanya, ya timbal baliklah mereka membantu kami juga,” pungkasnya.



